
batampos – Gedung Beringin di Sekupang kini hanya menyisakan sisa kejayaan masa lalu. Bangunan yang dulu menjadi pusat kegiatan seni dan budaya itu kini terbengkalai dan memprihatinkan. Semak belukar menutupi halaman, dinding menghitam karena lembap, jendela pecah, dan sebagian atap ambruk.
Pantauan di lokasi, Senin (19/5), pagar besi yang mengelilingi gedung tampak berkarat dan tak lagi kokoh. Rumput liar menjalar ke segala penjuru, menutupi hampir seluruh fasad bangunan. Bagian dalamnya gelap dan tak terawat, dengan puing-puing atap serta daun kering berserakan di lantai.
Iwan, warga Sekupang yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengaku prihatin. Ia menyayangkan bangunan yang dulu menjadi tempat berbagai kegiatan masyarakat itu kini dibiarkan rusak tak terurus.
Baca Juga: Gedung Beringin Sekupang, Aset Bersejarah yang Terlantar
“Dari jauh saja sudah tak kelihatan seperti gedung. Sudah penuh semak, kusam, dan rusak parah,” ujarnya.
Gedung Beringin dibangun Otorita Batam pada 1986. Dahulu, bangunan ini kerap digunakan untuk pertunjukan seni, pertemuan warga, hingga acara resmi pemerintahan. Beberapa warga bahkan menyebut gedung ini sempat menjadi lokasi pertemuan penting pejabat negara di era Presiden Soeharto.
Namun sejak Batam bergabung dalam wilayah Provinsi Kepulauan Riau pada 2004, peran gedung ini perlahan meredup hingga akhirnya ditinggalkan.
Julian, warga lainnya, mengatakan kondisi Gedung Beringin yang terbengkalai saat ini cukup mengkhawatirkan. Selain menjadi pemandangan yang kumuh, bangunan kosong juga rawan disalahgunakan.
“Kalau terus dibiarkan, bisa jadi tempat yang tidak aman. Bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif,” katanya.
Warga berharap pemerintah tidak sekadar memperbaiki bangunan tersebut, tetapi juga memberinya fungsi baru yang bermanfaat. Salah satu usulan yang mengemuka adalah menjadikan Gedung Beringin sebagai Taman Budaya.
“Kalau dijadikan Taman Budaya, itu lebih bagus. Bisa untuk pertunjukan seni, latihan sanggar, pelatihan UMKM, dan kegiatan komunitas lainnya,” tambah Julian.
Menurut warga, revitalisasi Gedung Beringin menjadi ruang seni budaya bisa menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kehidupan sosial dan kreativitas masyarakat di Sekupang dan sekitarnya.
“Daripada jadi bangunan kosong yang menunggu roboh, lebih baik dihidupkan kembali. Sekalian jadi ikon kebudayaan Batam,” pungkasnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



