
batampos — Pembangunan gedung Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) baru di wilayah Kecamatan Seibeduk, Kota Batam, Kepulauan Riau, hingga kini masih tertunda. Proyek yang sudah direncanakan sejak dua tahun lalu tersebut baru mencapai tahap fondasi dasar dan tiang bangunan. Keterbatasan anggaran menjadi penyebab utama lambatnya progres pembangunan sekolah yang diperuntukkan bagi siswa berkebutuhan khusus ini.
Gedung SLBN baru itu berlokasi di Kelurahan Mangsang, Seibeduk. Pengerjaan fisik dimulai pada awal tahun 2024, namun hingga pertengahan tahun ini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Harapan masyarakat agar sekolah tersebut segera difungsikan masih harus menunggu tindak lanjut pembangunan yang dijanjikan akan dilanjutkan tahun ini.
Kepala Bidang SLB Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Siti Hidayati Rochmah, mengatakan bahwa pihaknya menargetkan empat ruang kelas akan dibuka tahun ini. “Insyaallah pembangunan berlanjut tahun ini. Empat ruang kita upayakan selesai. Sisanya tahun depan, termasuk batu miring untuk pengamanan lingkungan sekitar sekolah,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan batu miring sangat penting mengingat lokasi sekolah yang berada di lereng bukit. Struktur tanah yang miring dan rawan longsor memerlukan penguatan agar gedung sekolah dapat berdiri kokoh dan aman untuk digunakan oleh para siswa dan tenaga pengajar.
Jumlah peserta Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SLB tahun ini di Batam juga menunjukkan peningkatan kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan luar biasa. Total ada 89 peserta yang mendaftar, namun hanya 79 yang berhasil tertampung. Dari 79 orang tersebut, empat di antaranya diterima melalui jalur mutasi siswa.
“Ini menjadi bukti bahwa kebutuhan akan sekolah luar biasa di Batam semakin tinggi. SLBN yang saat ini beroperasi di Batamcenter tidak cukup menampung seluruh siswa yang membutuhkan layanan pendidikan khusus,” ujar Siti.
Ia berharap, dengan beroperasinya gedung baru di Seibeduk nantinya, akan terbuka lebih banyak peluang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. “Kita doakan, tahun depan gedung baru sudah bisa dipakai. Ini sangat dibutuhkan,” kata Siti.
Hingga kini, Kota Batam hanya memiliki satu SLBN, yakni di kawasan Batamcenter. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri mengingat luas wilayah Batam dan penyebaran penduduk yang cukup merata di seluruh kecamatan.
Sulaiman, salah satu tokoh masyarakat Seibeduk, juga menyampaikan harapannya agar pembangunan gedung SLB baru itu bisa segera dirampungkan. Ia mengatakan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Seibeduk selama ini menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan karena jarak ke SLB yang tersedia cukup jauh. “Kami minta pemerintah benar-benar serius menyelesaikan bangunan ini. Ini kebutuhan penting, bukan hanya untuk anak-anak kami hari ini, tapi untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Pembangunan SLB di Seibeduk diharapkan tidak hanya mengurangi beban SLBN Batamcenter, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi seluruh anak di Batam, terutama mereka yang selama ini belum terlayani secara optimal. (*)
Reporter: Eusebius Sara



