
batampos – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Batam kembali mengingatkan masyarakat agar tidak lengah saat beraktivitas di kawasan pantai maupun perairan. Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini dinilai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan, terutama bagi warga yang beraktivitas di laut.
Kepala Basarnas Pos Batam, Dedius, mengatakan perubahan kondisi di kawasan pantai dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya saat air laut pasang. Arus yang mendadak menguat dan gelombang yang meninggi kerap menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat.
“Kondisi pantai bisa berubah dengan cepat, apalagi saat air pasang. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak memaksakan diri berada di area yang berisiko,” ujar Dedius, Senin (15/12).
Ia menegaskan, masyarakat perlu lebih disiplin mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah dipasang di sejumlah titik pantai. Area yang telah diberi tanda larangan, kata dia, sebaiknya tidak didekati karena berpotensi membahayakan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan mengabaikan peringatan yang sudah ada. Jika cuaca terlihat tidak bersahabat, sebaiknya kegiatan di pantai atau laut ditunda,” tegasnya.
Tak hanya bagi wisatawan dan warga yang beraktivitas di pesisir, Basarnas Batam juga menyampaikan imbauan khusus kepada para nelayan serta pengguna transportasi laut. Mereka diminta memastikan seluruh perlengkapan keselamatan digunakan sesuai standar, mulai dari jaket pelampung hingga alat komunikasi.
Imbauan tersebut sejalan dengan peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi cuaca ekstrem. BMKG memprediksi adanya kemungkinan angin kencang, gelombang tinggi, serta hujan lebat di sejumlah wilayah perairan yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.
Basarnas Batam berharap masyarakat lebih bijak dalam merencanakan aktivitas di laut dan pantai. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan keselamatan, risiko kecelakaan laut di tengah cuaca yang tidak menentu dapat diminimalkan. (*)



