Kamis, 15 Januari 2026

Gemuruh F-16 Sapa Warga Batam, TNI AU Gelar Batam Solidarity Airshow 2025 untuk Sumatra

spot_img

Berita Terkait

spot_img

Pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara saat melintas di langit Kota Batam, Selasa (16/12). f. yashinta

batampos– Gemuruh suara dua pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara memecah kesunyian langit Kota Batam, Selasa (16/12). Pesawat tempur itu terbang rendah melintas di atas kawasan pusat pemerintahan dan pesisir, menyapa ribuan warga dalam kegiatan Batam Solidarity Airshow 2025 bertajuk Flying for Sumatera.

Aksi udara tersebut sontak menyedot perhatian masyarakat. Dentuman mesin jet terdengar menggelegar, saat dua F-16 melakukan fly pass di atas Dataran Engku Putri dan sekitarnya sekitar pukul 09.00 WIB.

Batam Solidarity Airshow 2025 akan berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Desember 2025. Selama periode tersebut, masyarakat Batam dapat menyaksikan berbagai atraksi udara yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196.

Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, menjelaskan bahwa kehadiran dua pesawat tempur F-16 merupakan bagian dari misi solidaritas dan kepedulian kemanusiaan atas musibah yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra.

“Hari ini masyarakat Batam sudah menyaksikan latihan pertama atau check flight pelaksanaan Batam Solidarity Airshow 2025,” ujar Hendro di Mako Lanud Batam.

BACA JUGA: Melihat Latihan Tempur TNI AL-Royal Australian Navy di Pusat Latihan Tempur di Lingga

Ia menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar atraksi kedirgantaraan, melainkan simbol solidaritas nasional yang mengedepankan empati dan kepedulian terhadap sesama. Batam dipilih sebagai panggung persatuan karena posisinya yang strategis dan terbuka bagi seluruh elemen bangsa.

“Ini adalah wujud komitmen TNI Angkatan Udara bersama Pemerintah Kota Batam sebagai bagian dari respons nasional yang cepat, empatik, dan bermartabat,” katanya.

Hendro menyebut, tujuan utama kegiatan ini adalah menyampaikan dukungan moral masyarakat Batam kepada Sumatera, sekaligus menegaskan peran TNI AU tidak hanya menjaga kedaulatan NKRI, tetapi juga hadir dalam misi kemanusiaan.

Selain itu, kegiatan ini juga membawa pesan kuat tentang persatuan bangsa. Batam Solidarity Airshow 2025 menjadi simbol bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat disatukan melalui kekuatan udara.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga diajak berpartisipasi melalui donasi kemanusiaan. Donasi yang terkumpul akan dikoordinasikan oleh Dinas Sosial Pemerintah Kota Batam dalam satu rekening resmi, sebelum disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

“Nilai donasi akan diumumkan secara terbuka. Ini adalah bentuk kepedulian bersama masyarakat Batam untuk saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Hendro.

Rangkaian peringatan HJB ke-196 sendiri diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pawai budaya, sidang paripurna, ziarah ke Nong Isa, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Puncak Batam kegiatan 2025 dijadwalkan berlangsung pada 18 Desember 2025, bertepatan dengan upacara resmi HJB di Dataran Engku Putri pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, yang dilanjutkan atraksi udara di Pantai Nuvasa Bay.

Pada kegiatan tersebut, dua pesawat tempur F-16 dari Pekanbaru akan kembali melakukan fly pass, disertai atraksi profesional atlet paramotor TNI AU dengan enam unit paramotor yang tampil di kawasan Engku Putri.

Sementara itu, pada 19 Desember 2025, Pemerintah Kota Batam melalui Kecamatan Nongsa akan menggelar kegiatan UMKM, pawai budaya, bakti sosial, serta layanan cek kesehatan gratis di kawasan Palm Spring, Nongsa.

Seluruh rangkaian kegiatan akan melibatkan unsur Forkopimda, TNI AU, serta masyarakat, menjadikan Batam Solidarity Airshow 2025 sebagai perayaan yang tidak hanya spektakuler, tetapi juga sarat makna kemanusiaan.

“Melalui kekuatan udara, TNI AU hadir bukan hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga membantu rakyat dan menguatkan solidaritas bangsa,” tutup Hendro. (*)

Reporteryashinta

Update