
batampos– Pemerintah Kota (Pemko) Batam kembali menggugah kesadaran kolektif akan pentingnya kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.
Pada Jumat (13/6) pagi, ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) diterjunkan secara serentak ke jalan-jalan, pemukiman, hingga ruang publik di seluruh kecamatan dalam aksi gotong royong massal.
Aksi ini bukan hanya rutinitas bersih-bersih, melainkan bentuk komitmen nyata Pemko Batam dalam membangun budaya kebersihan yang menyeluruh, dimulai dari institusi birokrasi hingga ke masyarakat akar rumput.
Digelar di 12 kecamatan se-Kota Batam, kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran ASN, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), CPNS, hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Mereka secara gotong royong membersihkan drainase, mengangkut tumpukan sampah, hingga menata lingkungan sekitar kantor dan fasilitas umum.
BACA JUGA: Minim U-Turn di Jalan Diponegoro, Warga Seitemiang Nekat Lawan Arus
Kegiatan diawali dengan apel pagi di Dataran Engku Puteri yang dipimpin oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dengan didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, para pimpinan perangkat daerah, staf ahli, camat, hingga pejabat struktural lainnya.
Amsakar mengingatkan bahwa ASN tidak boleh hanya terpaku pada tugas administrasi. Mereka juga dituntut menjadi motor penggerak perubahan sosial, termasuk dalam hal kebersihan dan keteladanan hidup sehat.
“ASN harus menyadari bahwa keberadaan mereka adalah bagian penting dari wajah pemerintahan. Kalau lingkungan kita kotor, maka citra pelayanan publik pun tercoreng,” katanya.
Amsakar tampak turun langsung ke beberapa titik gotong royong, memegang sapu dan pengki, ikut membersihkan saluran air yang tersumbat, serta berbincang dengan warga. Kepedulian terhadap kebersihan adalah bentuk tanggung jawab bersama, bukan tugas satu pihak saja.
“Bagi saya, sampah yang berserakan di jalanan itu sama dengan kita mempertontonkan aurat kita ke publik. Artinya, ini bukan hanya masalah fisik, tapi juga soal harga diri dan etika kota,” kata dia.
Sementara itu, Li Claudia yang juga hadir di beberapa titik menyebut gerakan ini tak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolik belaka. Ia ingin semangat gotong royong ASN menjalar hingga ke lingkungan rumah tangga dan komunitas warga.
“Kita ingin gerakan ini menjadi kebiasaan baru. Bukan cuma program pemerintah, tapi gerakan sosial yang tumbuh dari bawah. Rumah tangga, RT-RW, komunitas warga harus terlibat,” katanya.
Pihaknya mendorong agar kegiatan serupa dijadikan agenda rutin di masing-masing instansi dan kecamatan. Ia percaya, kebersihan adalah titik awal pembangunan yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Aksi serentak ini pun disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga yang turut serta atau sekadar menyapa para ASN yang sedang membersihkan lingkungan mereka. Tidak sedikit yang mengabadikan momen tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah. (*)
Reporter: Arjuna



