
batampos – Mengekspresikan emosi, ternyata salah satu cara untuk mengelola stres yang mungkin bisa dialami setiap orang. Mengekspresikan emosi, bisa dengan cara menyalurkan hobi yang bermanfaat, seperti berkebun atau berolahraga.
Namun ternyata, Psikolog Maryana M.Psi dari RS Awalbros, sangat tidak menyarankan untuk mengekpresikannya lewat media sosial.
“Yang sering terjadi malah sebaliknya. Komentar dari netizen bisa sangat beragam. Dan ini boleh jadi memicu emosi berlebihan dari postingan yang sebenarnya dimaksudkan hanya untuk mengekpresikan emosi secara sederhana,” jelas Maryana, pada sesi seminar Mengelola Stress di Kala Pandemi, di GBKP Batam Kota, Minggu, 20 Maret 2022.
Pada seminar yang digelar Badan Pengurus Runggun (wilayah) Batam Kota GBKP (Gereja Batak Karo Protestan), itu, Maryana memaparkan tips sukses untuk menghindari stress, khususnya di kala pandemi Covid -19, yang masih juga belum berakhir.
Diakatakan Maryana, beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya, Perhatikan kualitas hidup anda,
menyangkut makanan, kualitas istirahat, dan berolahraga secara teratur. Berikutnya, Lapang dada menerima terhadap segala perubahan hidup. Dengan demikian membuat hidup lebih ringan dan nyaman.
“Yang tak kalah penting, hindari informasi yg berlebihan. Karena jika kita terpapar informasi mengenai Covid-19 yang berlebihan, biasanya dapat menimbulkan kecemasan yang berlebihan pula,” jelasnya.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah, fokus pada hal yang dapat anda kontrol. Misalnya, self care, cuci tangan, mengenakan masker, menghindari kerumunan, konsumsi makanan bergizi, dan asupan vitamin.
Point berikutnya, menurut psikolog yang kerap diundang memberikan penyuluhan di sekolah dasar dan lembaga pendidikan itu, untuk memgekspresikan emosi secara benar dan tepat. “Ini bisa dengan cara menyalurkan hobi bersama kelompok atau keluarga,” ujar Maryana.
Yang berikutnya, Maryana juga menyarankan agar memiliki suporter dalam hidup. “Kita harus mencari dukungan. Bisa dari istri atau suami, atau mungkin orangtua dan sahabat. Tetapi jangan anak-anak. Karena anak-anak biasanya belum punya kemampuan untuk mengelola emosinya sendiri,” tegasnya.
Yang terakhir, dikatakan Maryana, untuk tidak malu meminta bantuan dari teman, sahabat, psikolog atau pemuka agama. “Karena solusi bisa datang darimana saja,” jelasnya.
Jalannya seminar berlangsung aktif. Seratusan peserta seminar yang merupakan jemaat GBKP, saling mengajukan pertanyaan, diselingi canda dan tawa.
“Bagaimana dengan masalah finansial? Karena ini biasanya sangat krusial dan paling mudah menjadikan para ayah menjadi stress dan sangat tertekan?” ujar salah seorang peserta, mengajukan pertanyaan.
Psikolog Maryana tersenyum, dan lantas menjawab. “Pandemi atau tidak pandemi, finansial memang menjadi masalah yang paling gampang menjadi pemicu stress bagi kelompok ayah. Untuk urusan finansial, tidak ada kata cukup. Apalagi dimasa pandemi, ini bahkan bisa jadi pemicu pertengkaran keluarga. Solusinya cuma satu. Semuanya harus disyukuri dan diaminkan,” jelas Maryana, sebagai penutup acara.
Mewakili Gereja GBKP, Pendeta Herdiyana br Sembiring, didampingi Rakutta Tarigan, mengucapkan terimakasih atas konseling singkat yang diberikan RS Awalbros Batam melalui psikolog Maryana M.Psi.
“Kami sangat bersyukur untuk pemaparan yang telah diberikan. Semoga ibu Maryana dan seluruh tim medis dan manajemen RS Awalbros diberi kesehatan selalu,” ujar Pendeta Herdiyana, disambut applaus dari seluruh peserta seminar siang itu. (*)
Reporter : Immanuel Sebayang



