Batampos – Perusahaan transportasi Grab Holdings mengungkapkan, akan berinvestasi sebesar USD 60 juta atau setara Rp 1.001.756.621.220,- (kurs Rp 16.696/ 1 dolar AS) di perusahaan pengemudi jarak jauh Vay Technology.
Rencana investasi ini, mendorong mendorong saham Grab naik lebih dari 6 persen dalam perdagangan pra-pasar.

Perusahaan tersebut berupaya memanfaatkan platform transportasi daringnya untuk masuk ke pasar kendaraan otonom, yang secara luas dianggap sebagai masa depan mobilitas transportasi sekaligus potensi kekuatan disruptif bagi perusahaan seperti Grab dan Uber.
“Masa depan mobilitas di Asia Tenggara akan menjadi model hibrida yang mengandalkan keahlian mitra pengemudi kami bersama kendaraan otonom dan layanan pengemudi jarak jauh,” ujar CEO Grab, Anthony Tan seperti dilansir dari Reuters, Selasa (11/11/2025).
Jika Vay mencapai target-target tertentu, Grab mengatakan akan menambah investasi sebesar USD 350 juta lagi dalam tahun pertama.
Target tersebut mencakup pendapatan konsumen, jumlah kota di AS yang tercakup, standar teknologi dan keselamatan, serta persetujuan regulasi untuk beroperasi di lebih banyak kota di AS.
Vay mengandalkan “teledriver” untuk mengemudikan mobil menuju calon pelanggan, yang kemudian dapat menyetir sendiri kendaraan tersebut.
Sebelumnya, perusahaan ini meluncurkan layanan komersial pertamanya di Las Vegas pada Januari tahun lalu. (*)
Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK



