Minggu, 4 Januari 2026

GRANAT Kepri: Ketegasan Pimpinan Bea Cukai Batam Bagian dari Tanggung Jawab Jabatan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Paloh.

batampos – Mencuatnya perhatian publik terhadap dinamika internal di lingkungan Bea dan Cukai Batam dinilai perlu disikapi secara utuh dan berimbang. Ketegasan pimpinan dalam menegakkan aturan dan standar operasional prosedur (SOP) justru merupakan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab kepemimpinan, terutama di institusi strategis negara.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Provinsi Kepulauan Riau, Syamsul Paloh, menyusul beredarnya rekaman kamera pengawas (CCTV) yang kemudian memunculkan beragam penafsiran di ruang publik.

Syamsul menilai, Bea dan Cukai Batam memiliki posisi yang sangat krusial dengan tingkat tantangan yang tinggi, baik dari sisi pengawasan lalu lintas barang, pemberantasan penyelundupan, maupun penegakan disiplin internal. Oleh karena itu, dinamika yang terjadi tidak bisa dilihat secara parsial atau hanya dari satu sudut pandang.

“Dalam memimpin organisasi sebesar Bea dan Cukai, seorang pimpinan dituntut tegas agar seluruh jajaran bekerja sesuai aturan. Ketegasan itu terkadang memunculkan pro dan kontra, terutama jika ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan penerapan disiplin dan prosedur yang konsisten,” ujar Syamsul.

Ia menjelaskan, tekanan terhadap pimpinan tidak selalu datang dari luar institusi. Dalam organisasi besar, resistensi juga dapat muncul dari internal, khususnya ketika dilakukan pembenahan terhadap pola kerja yang sebelumnya tidak berjalan sesuai ketentuan.

“Tidak tertutup kemungkinan ketidaksenangan muncul dari internal. Bisa saja ada oknum yang sudah terbiasa bekerja di luar prosedur, lalu merasa terusik ketika aturan mulai ditegakkan dengan ketat,” katanya.

Menurut Syamsul, berbagai opini dan pemberitaan yang berkembang belakangan ini seharusnya tidak mengaburkan fokus utama Bea dan Cukai Batam, yakni menjalankan mandat negara dalam pengawasan kepabeanan, pemberantasan penyelundupan, serta upaya mencegah kejahatan lintas negara.

“Atas nama DPD GRANAT Kepri, kami memberikan dukungan moral kepada Bea dan Cukai Batam di bawah kepemimpinan Bapak Zaky Firmansyah agar tetap konsisten menjalankan tugas negara, khususnya dalam pemberantasan kejahatan transnasional seperti penyelundupan narkotika, penyelamatan potensi kerugian negara, serta penindakan terhadap praktik ilegal,” tegasnya.

Ia juga mengimbau agar kritik dan sorotan publik disikapi secara bijak dan proporsional, dengan tetap menjunjung asas profesionalitas serta praduga tak bersalah. Menurutnya, yang terpenting adalah memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Syamsul menegaskan, GRANAT Kepri mendukung penuh penegakan disiplin di lingkungan Bea dan Cukai Batam selama dilakukan sesuai standar operasional dan amanat Undang-Undang Kepabeanan Nomor 17 Tahun 2006.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pembinaan internal yang berkelanjutan guna mencetak aparatur yang berintegritas, profesional, dan berkomitmen pada tata kelola pemerintahan yang baik.

“Pembinaan yang tegas namun terukur akan memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bea dan Cukai Batam,” pungkasnya. (*)

Update