
batampos – Pengajian Akbar Hadist Sunan Abu Daud yang digelar Lembaga Dakwah Islami Indonesia (LDII) Provinsi Kepulauan Riau menjadi ajang konsolidasi besar warga LDII untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia profesional religius. Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Abdul Dhohir, Sekupang, Minggu (18/1), dalam kegiatan yang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Isra Mikraj.
Ketua DPW LDII Kepri, Rulifah Syahroel, menyampaikan, bahwa lebih dari 3.000 peserta dari Kota Batam turut hadir dalam pengajian tersebut. Ia menegaskan komitmen LDII untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui penguatan karakter, moral, dan etos kerja umat.
“Masyarakat LDII Kepri siap berkontribusi mewujudkan sumber daya manusia yang profesional religius menuju Kepulauan Riau yang maju, makmur, dan merata,” katanya.
Di hadapan jamaah, ia juga menyampaikan rencana pembangunan Graha LDII Kepri sebagai pusat kegiatan dakwah dan pembinaan umat. Ia memohon doa restu dan dukungan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri agar fasilitas tersebut dapat segera direalisasikan.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang hadir dalam kesempatan itu, mengapresiasi antusiasme warga LDII. Dia mengajak jamaah menjadikan spirit Isra Mikraj sebagai momentum perbaikan diri dan persiapan menyambut bulan Ramadan.
“Mari kita jadikan peringatan Isra Mikraj ini sebagai sarana memperbaiki diri,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung semakin khidmat dengan ceramah Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, yang mengulas esensi ibadah sholat dan pentingnya menjaga kualitas pengerjaannya. Ia menekankan bahwa sholat semestinya menjadi penenang jiwa dan dikerjakan dengan kesungguhan.
Sesi inti pengajian disampaikan Ustaz Zainendra yang membedah Hadist Sunan Abu Daud tentang tempat sholat. Ia menjelaskan, bahwa bumi dijadikan Allah SWT sebagai tempat yang suci untuk bersujud, sehingga umat Islam dapat beribadah di mana saja tanpa kekhawatiran atas kesucian tempat.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Provinsi Kepri serta keberlanjutan program dakwah LDII. Kegiatan yang berlangsung tertib itu menegaskan peran LDII sebagai salah satu mitra strategis dalam pembangunan spiritual dan sosial masyarakat Kepri. (*)



