
batampos– Polda Kepulauan Riau bersama seluruh pemangku kepentingan memastikan kesiapan penuh pengamanan dan pelayanan masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 22 pos pengamanan dan dua pos terpadu disiagakan di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, dengan melibatkan sekitar 2.000 personel gabungan.
Hal itu ditegaskan Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin usai memimpin rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang dihadiri unsur TNI, BIN, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya.
“Intinya bagaimana kami menyiapkan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah Natal maupun merayakan Tahun Baru,” ujar Irjen Asep, Kamis (18/12).
BACA JUGA: Paket Sembako Rp100 Ribu jadi Rebutan, Warga Antre Sejak Pagi
Menurut Asep, pos pengamanan dan pos terpadu tersebut akan ditempatkan di titik-titik strategis, termasuk lokasi ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, serta jalur transportasi darat, laut, dan udara. Pengamanan dilakukan secara terpadu oleh Polri, TNI, dan stakeholder terkait.
Selain fokus pada pengamanan ibadah Natal, aparat juga memberi perhatian khusus pada aktivitas masyarakat yang melakukan perjalanan liburan. Pengamanan diterapkan terhadap orang, barang bawaan, penumpang, hingga fasilitas umum yang ramai dikunjungi.
“Kami juga memberikan pengamanan terhadap rumah-rumah kosong yang ditinggalkan warga, serta lokasi-lokasi berkumpulnya masyarakat saat malam Natal dan malam Tahun Baru,” kata Asep.
Ia menegaskan, seluruh potensi gangguan keamanan menjadi atensi serius, termasuk ancaman terorisme. Meski hingga saat ini belum terdeteksi adanya ancaman nyata, kewaspadaan tetap ditingkatkan.
“Kami sudah mendapat warning dari Kabinda. Walaupun belum ada indikasi serangan teror, semua pihak harus tetap waspada. Tidak ada toleransi terhadap kelompok yang bersifat intoleran,” tegasnya.
Asep juga menekankan perayaan Natal merupakan momen sakral bagi umat Kristiani, sehingga negara wajib hadir memberikan rasa aman dan nyaman.
“Ini adalah ibadah Natal saudara-saudara kita. Kita harus menjamin rasa aman dalam menjalankan keyakinannya,” ujar Asep.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Nataru, di tengah terganggunya distribusi akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra.
“Bulog sudah menyampaikan jaminan bahwa stok beras untuk beberapa bulan ke depan aman di Kepri,” kata Ansar.
Untuk komoditas lain, Pemprov Kepri menyiapkan alternatif pasokan dari daerah luar Sumatra, seperti Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur. Bahkan, kerja sama dagang dengan Jawa Timur telah ditandatangani, mencakup pasokan cabai, ayam beku, hingga beras.
“Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memastikan harga pokok sampai di Kepri tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Ansar juga menyinggung pemanfaatan diskresi fiskal di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Menurutnya, fasilitas tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kepri, dengan pengawasan ketat agar barang tidak keluar dari wilayah Kepri.
Ke depan, Pemprov Kepri juga mendorong kemandirian daerah melalui penguatan izin usaha kawasan di Bintan, Karimun, dan Lingga, serta optimalisasi potensi lokal seperti produksi telur dan ayam hidup.
“Harapan kami, semua kebutuhan masyarakat selama Natal dan Tahun Baru tercukupi, aman, dan harganya tetap terkendali,” pungkas Ansar. (*)



