Minggu, 25 Januari 2026

Gudang Sembako Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Hingga Rp500 Juta

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas pemadam kebakaran saat memadamkan api yang melalap toko sembako Sabar Indah di Komplek HBC, Sungai Harapan, Sekupang, Senin (17/8) siang. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Kebakaran hebat yang melanda toko sembako Sabar Indah di Komplek HBC, Sungai Harapan, Sekupang, Senin (17/8) siang, meninggalkan kerugian besar bagi pemilik ruko. Meski api berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam, dua lantai bangunan yang menjadi pusat penyimpanan stok barang ludes dilalap api.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.45 WIB itu bermula saat api terlihat muncul dari lantai tiga, yang digunakan sebagai gudang penyimpanan sabun cair, plastik, tisu, dan sejumlah bahan dagangan lainnya. Kobaran dengan cepat merembet ke lantai dua dan lantai empat, membuat karyawan berlarian keluar menyelamatkan diri. Warga sekitar juga memadati kawasan pertokoan untuk melihat proses pemadaman.

Pemilik ruko, Asong, mengungkapkan bahwa kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta. Ia mengatakan stok barang yang terbakar merupakan barang dalam jumlah besar yang disiapkan untuk kebutuhan penjualan jangka panjang.

Baca Juga: Toko Sembako di Sekupang Terbakar, Dua Lantai Hangus Dilalap Api

“Ya sekitar 300 sampai 500 juta lah, apalagi sekarang bahan-bahan mahal semua,” ujar Asong.

“Tapi saya bersyukur tak ada korban. Karyawan semua selamat. Penyebabnya juga kita belum tahu, yang penting tidak ada korban lah,” tambahnya.

Lantai dua dan tiga yang berisi puluhan karton sabun cair, plastik kemasan, dan tisu menjadi bagian yang paling parah terdampak. Seluruhnya tidak dapat diselamatkan lantaran api cepat membesar sebelum petugas damkar tiba.

Lima unit mobil pemadam kebakaran dari BP Batam dan Pemko Batam dikerahkan ke lokasi. Petugas melakukan penyiraman intensif dan berhasil mengendalikan api dalam waktu sekitar satu jam, sehingga tidak sempat menjalar hingga ke lantai satu yang menjadi area toko utama.

Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Ipda Riyanto, mengatakan pihaknya telah memeriksa tiga orang saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran. Namun hingga kemarin, kepolisian belum dapat memastikan apakah kebakaran dipicu korsleting listrik atau penyebab lainnya.

“Sudah tiga orang saksi kami periksa. Penyebabnya belum tahu, arus pendek atau apa belum bisa dipastikan,” ujar Riyanto.

“Pemilik juga tidak keberatan karena kita prosesnya bertahap sambil menjaga psikologis korban, mengingat kerugian yang dialaminya cukup besar.”tambahnya.

Riyanto menegaskan penyelidikan tetap berlanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian dan mengantisipasi agar insiden serupa tidak terulang. Sementara itu, pemilik ruko masih melakukan pendataan ulang stok barang yang hilang serta pembersihan sisa-sisa kebakaran. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update