
batampos – BPJS Kesehatan Batam mengkonfirmasi daftar jenis penyakit dan tindakan medis yang mendominasi klaim pembiayaan tertinggi di wilayah tersebut. Klaim besar ini menjadi perhatian serius dalam pengelolaan dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), baik untuk pelayanan rawat jalan maupun rawat inap.
“Beban biaya terbesar dalam pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap menunjukkan tren kasus-kasus tertentu yang rutin muncul,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah, Jumat (16/5).
Ada 10 kasus pembiayaan tertinggi untuk rawat jalan, pemeriksaan kontrol ulang, hemodialisa (cuci darah) Operasi katarak, Rehabilitasi medik USG (ultrasonografi), Prosedur pada gigi, MRI (Magnetic Resonance Imaging), Penyakit akut ringan, termasuk kasus gawat darurat (IGD), terapi saluran pernapasan, seperti nebulizer dan perawatan luka.
Sementara itu, untuk layanan rawat inap klaim tertinggi tercatat pada Operasi Sectio Caesarea (SC, Penggunaan ventilator tanpa trakeostomi Penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah, Penggunaan ventilator dengan trakeostomi, Pneumonia , Prosedur medis pada rahim, medis pada payudara,pada uretra dan transuretra, Nyeri abdomen dan gastroenteritis dan prosedur kulit dan jaringan bawah kulit, seperti eksisi tumor.
Menanggapi tingginya beban klaim ini, BPJS Kesehatan Batam telah melakukan sejumlah langkah pengendalian dengan Utilisasi rutin ke fasilitas kesehatan (faskes)* untuk memantau dan mengevaluasi pelayanan.
“Verifikasi dan verifikasi pasca-klaim secara rutin guna memastikan keabsahan dan efisiensi biaya layanan,” katadia.
Membahas bersama para pemangku kepentingan seperti perhimpunan dokter, Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB), Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasi Klinik (Asklin), dan lainnya, khususnya untuk penanganan kasus-kasus dengan tren pembiayaan tinggi.
“Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi pengendalian mutu dan biaya, agar program JKN tetap berkelanjutan dan tepat sasaran,” ujar Harry.
BPJS Kesehatan Batam terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mengoptimalkan pelayanan sekaligus menjaga efisiensi pembiayaan, sehingga manfaat jaminan kesehatan dapat dirasakan oleh seluruh peserta secara adil dan merata. (*)
Reporter: AZIS MAULANA



