
batampos – Seluruh rangkaian pemulangan jemaah haji dari Debarkasi Batam resmi berakhir, Kamis (10/7) pagi. Tanda berakhirnya penyelenggaraan haji tahun ini ditandai dengan mendaratnya pesawat Saudi Arabian Airlines yang membawa Kloter 27 atau kloter terakhir di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada pukul 08.15 WIB.
Kloter 27 merupakan gabungan jemaah haji asal Provinsi Kalimantan Barat. Dengan tibanya kloter terakhir ini, maka seluruh proses pemulangan jemaah haji dari Tanah Suci ke tanah air melalui Debarkasi Batam dinyatakan selesai. Total sebanyak 11.803 jemaah telah tiba dengan selamat di Indonesia.
Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam, Zulkarnain Umar, menyampaikan bahwa pada musim haji 1446 Hijriah atau 2025 Masehi ini, Embarkasi Batam telah memberangkatkan 11.874 orang yang terdiri dari 11.766 jemaah dan 108 petugas kloter.
“Alhamdulillah seluruh proses pemulangan berjalan lancar. Kloter 27 ini menjadi penutup rangkaian pemulangan jemaah dari Embarkasi Batam,” ujar Zulkarnain, Kamis (10/7).
Ia menjelaskan bahwa Embarkasi Batam melayani jemaah dari empat provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Jambi, dan Kalimantan Barat. Jumlah jemaah terbanyak berasal dari Provinsi Riau dengan total 5.092 jemaah, disusul Jambi 2.936 jemaah, Kalimantan Barat 2.534 jemaah, dan Kepulauan Riau 1.303 jemaah.
Zulkarnain juga mengungkapkan data jemaah wafat selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Tercatat sebanyak 30 orang jemaah meninggal dunia, baik saat berada di Tanah Suci maupun di tanah air sebelum keberangkatan.
“Dari 30 jemaah wafat, tiga berasal dari Kepri, delapan dari Riau, 13 dari Jambi, dan tujuh dari Kalimantan Barat. Sebagian besar wafat di Makkah, Madinah, Arafah, dan Mina, sedangkan satu orang asal Riau wafat di embarkasi,” jelasnya.
Jumlah jemaah yang meninggal dunia tahun ini sama dengan tahun lalu, yakni 30 orang. Namun, jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan 50 jemaah wafat.
Zulkarnain juga menyampaikan bahwa hingga kloter terakhir tiba, masih ada lima jemaah dari Debarkasi Batam yang belum kembali ke tanah air karena tengah menjalani perawatan medis di Arab Saudi. Kelima jemaah tersebut terdiri dari satu orang asal Kepri, satu orang asal Jambi, dan tiga orang asal Kalimantan Barat.
“Kelima jemaah masih dirawat di rumah sakit di Arab Saudi, sehingga secara keseluruhan yang sudah tiba kembali ke tanah air berjumlah 11.803 orang,” terangnya.
Ia menambahkan, PPIH Debarkasi Batam terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama di Arab Saudi untuk memantau kondisi jemaah yang masih dirawat dan mengupayakan kepulangan mereka setelah dinyatakan layak terbang.
Zulkarnain juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tahun ini, termasuk tim PPIH, maskapai, otoritas bandara, dan instansi terkait lainnya.
“Secara umum, penyelenggaraan haji melalui Debarkasi Batam berjalan sangat baik, lancar, dan tertib. Kami bersyukur tahun ini tidak ada kendala besar yang berarti, dan semua pihak menunjukkan kerja sama luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan ibadah haji tahun ini juga menjadi pembelajaran penting untuk terus meningkatkan pelayanan kepada jemaah, mulai dari proses pemberangkatan, pemantauan kesehatan, hingga kepulangan.
“Semua masukan dan evaluasi akan kami catat sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan haji di tahun-tahun mendatang,” tutupnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



