Kamis, 15 Januari 2026

Hanggar F BAT Diresmikan, Target Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Tahun 2030

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Hanggar F Batam Aero Technic (BAT) di kawasan Bandara Hang Nadim Batam, Rabu (19/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Batam Aero Technic (BAT) meresmikan Hanggar F di kawasan Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu (19/11). Fasilitas baru ini menjadi hanggar ketujuh BAT dan menambah kapasitas layanan pemeliharaan pesawat dalam dan luar negeri.

Presiden Direktur Lion Air Group, Daniel Putut Kuncoro Adi, mengatakan hanggar baru ini melengkapi pengembangan BAT sejak beroperasi pada 2012. Seluruh hanggar yang dibangun, termasuk Hanggar F, telah memenuhi standar internasional dan memperoleh sertifikasi dari sejumlah regulator asing.

“Dengan fasilitas ini, kami menambah sekitar 750 karyawan. Operasional dilakukan 24 jam dalam tiga shift untuk mendukung kebutuhan perawatan pesawat nasional,” ujar Daniel.

Saat ini BAT menempati lahan 30 hektare dan tengah menunggu persetujuan perluasan 25 hektare dari BP Batam. Daniel menyebut, perusahaan menargetkan dapat mempekerjakan hingga 10.000 karyawan pada 2030. Total investasi BAT hingga kini mencapai Rp1,7 triliun dengan penyerapan PMDN lebih dari 40 persen.

“Seperti harapan Pak Presiden kami juga menyerap tenaga kerja nasional. Bisa sampai dengan 10.000 pegawai di tahun 2030 yang akan bekerja di Batam,” tegas Daniel.

Baca Juga: BP Batam Tata Ulang Rusun Muka Kuning dan Batu Ampar, Siapkan Mini Soccer dan Fasilitas Modern

BAT tidak hanya menangani armada Lion Group, tetapi juga melayani sejumlah maskapai nasional dan asing. Beberapa maskapai dari Filipina, India, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam tercatat sudah merawat pesawatnya di fasilitas BAT.

“BAT ini sudah mendapatkan sertifikasi sampai ke FAA Amerika dan Inggris, dan ada negara San Marino di Eropa,” tegasnya.

Dijelaskannya, BAT juga melanjutkan kerja sama MRO mesin melalui MOU dengan Pitmon System dan FTAI Service, serta menggandeng BNI untuk penyediaan fasilitas perumahan karyawan.

“Target kami, ada sekitar 3.000 rumah untuk karyawan. Untuk lokasi seperti Punggur, Tanjungpiayu dan Nongsa. Mudah-mudahan 2026 sudag mulai dibangun,” sebutnya.

Dari sisi investasi, BAT telah merealisasikan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih dari 40 persen.

“Investasi BAT sejauh ini mencapai Rp1,7 triliun dan akan terus berkembang,” ujar Daniel.

Baca Juga: BPS: Mobilitas Penumpang Batam September 2025 Fluktuatif, Aktivitas Ekonomi Tetap Stabil

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman H. Laisa, yang hadir meresmikan Hanggar F, menyampaikan apresiasi atas perluasan fasilitas BAT. Ia mengatakan kawasan MRO di Hang Nadim memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi pusat industri aviasi nasional.

“Walaupun KM 47 Tahun 2022 menetapkan MRO seluas 108 hektare, hari ini sudah terbangun sekitar 30 hektare dan informasinya akan berkembang menjadi 55 hektare. Harapan kami bisa mencapai 108 hektare,” ucapnya.

Lukman juga menyoroti peran penting MRO dalam menjaga ketersediaan pesawat yang layak operasional. Saat ini, kata dia, dari total 570 pesawat berbagai maskapai, 210 di antaranya berstatus tidak layak terbang.

“Yang serviceable hanya 360. Ini membuat kita prihatin. Dengan adanya hanggar baru ini, kita berharap pesawat yang unserviceable bisa lekas dipulihkan,” kata Lukman.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas MRO dalam negeri menyebabkan sekitar 70 persen pemeliharaan komponen dan mesin pesawat harus dikirim ke luar negeri. “Ini jadi tantangan besar. Kita butuh kemandirian MRO. Kehadiran BAT adalah bagian dari solusi,” ucapnya.

Lukman menambahkan, pengembangan MRO juga akan berdampak pada stabilitas harga tiket pesawat. Berkurangnya pesawat yang beroperasi dapat memicu kenaikan harga tiket.

“Jika industri MRO kuat, perawatan lebih cepat, biaya efisien, dan harga tiket bisa lebih terjangkau,” katanya.

Baca Juga: BP Batam Bersihkan Gulma di Waduk Duriangkang, Jaga Kualitas Air

Ia menyebut BAT kini mampu melayani 27 line maintenance serta menyediakan fasilitas base maintenance dan component maintenance. “Saya tidak menyangka di Batam sudah ada hanggar dengan kemampuan seperti ini. Ini kebanggaan untuk kita semua,” ujarnya.

Dengan diresmikannya Hanggar F, ia berharap Bandara Hang Nadim semakin menjadi pusat industri aviasi yang modern dan terintegrasi. “Pengembangan ini akan membantu meningkatkan keselamatan penerbangan, memajukan MRO nasional, dan memberi dampak besar bagi ekonomi daerah,” pungkasnya Lukman. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update