Selasa, 7 April 2026

Harga Avtur Naik 70 Persen, Maskapai Tunggu Keputusan Pusat Soal Tiket

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengisian Avtur pada pesawat terbang di Bandara Hang Nadim Batam. Foto. Pertamina untuk Batam Pos.

batampos – Harga avtur atau bahan bakar pesawat mengalami kenaikan sejak 1 April 2026. Kenaikan ini dipastikan oleh pihak Pertamina dan berpotensi berdampak pada operasional maskapai, termasuk kemungkinan penyesuaian biaya penerbangan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Kepulauan Riau, Bagus Handoko, membenarkan adanya kenaikan harga avtur tersebut. Ia menyebutkan, kenaikan berlaku untuk skema bisnis ke bisnis (B2B).

“Memang ada kenaikan harga avtur per 1 April. Rata-rata di angka sekitar 70 persen, itu untuk harga B2B,” ujarnya.

Menurutnya, penyesuaian harga avtur ini tidak terlepas dari dinamika harga minyak dunia yang turut memengaruhi biaya produksi dan distribusi bahan bakar.

Kenaikan harga avtur tersebut pun menjadi perhatian bagi maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah Kepulauan Riau, termasuk di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari manajemen pusat terkait dampak kenaikan tersebut.

“Sampai saat ini kami masih menunggu keputusan dari manajemen pusat, jadi belum bisa berkomentar banyak. Kita lihat perkembangan ke depan,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan kenaikan harga tiket pesawat, Amar tidak menampik adanya potensi penyesuaian.

“Kalau melihat kondisi harga minyak dunia saat ini, kemungkinan akan ada penyesuaian. Tapi seperti yang saya sampaikan, bukan harga tiketnya yang naik, melainkan bisa dari fuel surcharge,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan terkait tarif penerbangan sepenuhnya menjadi kewenangan manajemen pusat dan akan disesuaikan dengan kondisi pasar serta regulasi yang berlaku.(*)

ReporterYashinta

UPDATE