
batampos – Harga ayam dan daging sapi di pasar-pasar Kota Batam selama Ramadan masih bertahan tinggi usai libur Imlek. Kondisi ini diduga karena belum stabilnya penyaluran dari distributor yang baru kembali beroperasi, sehingga pasokan ke pedagang sempat tersendat dan berdampak pada kenaikan harga di tingkat pasar.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, menegaskan kembali, harga dari distributor tak mengalami kenaikan. Disisi lain ia menilai tingginya harga di pasaran terjadi karena banyak distributor libur dan baru mulai aktif kembali.
“Hari ini baru banyak distributor buka. Mudah-mudahan distribusi sudah mulai lancar kembali. Kalau pasokan sudah normal, harga harusnya bisa turun atau setidaknya stabil,” ujarnya, kemarin.
Baca Juga: Dari Dana IMTA ke Sertifikat Kompetensi, Jalan bagi Pekerja Batam Naik Kelas
Ia menjelaskan, selama distributor tidak beroperasi, pasokan ke pedagang menurun. Kondisi itu membuka peluang adanya oknum yang memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga.
“Kemarin banyak distributor tutup, jadi distribusi terganggu. Bisa saja ada yang mengambil kesempatan menaikkan harga,” katanya.
Untuk komoditas daging ayam beku, Aryanto menyebut kenaikan harga Rp39.000 per kilogram. Menurutnya, harga ayam di Batam sangat bergantung pada harga dari daerah pemasok.
“Kalau di daerah asal naik, di Batam ikut naik. Pasokan ayam beku banyak dari Jawa, terutama Surabaya, dan juga Medan. Kita mengikuti pergerakan harga dari pabrik,” ujarnya.
Aryanto menambahkan, hingga kini Batam belum memiliki pasokan ayam dari peternakan besar lokal sehingga masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ayam beku yang beredar di pasaran umumnya didatangkan dari Jakarta ke Batam.
“Produksi lokal skala besar belum ada, jadi pasokan memang dari luar,” katanya.
Baca Juga: Harga Daging di Batam di Atas Rp110 Ribu, Pemerintah Sebut Masih Wajar
Sementara untuk daging sapi, Aryanto mengatakan harga juga dipengaruhi pasokan dari luar daerah dan impor. Menurutnya, keterbatasan kuota impor serta nilai tukar dolar AS yang tinggi turut berdampak pada harga daging sapi di pasaran.
“Kalau impor, kenaikan harga sangat dipengaruhi kurs dolar AS yang sedang tinggi. Itu ikut mendorong harga daging sapi,” ujarnya.
Ia berharap, dengan kembali normalnya aktivitas distributor mulai pekan ini, pasokan ke pasar segera lancar dan harga bahan pokok, khususnya daging ayam dan sapi, dapat berangsur stabil.
“Mudah-mudahan mulai hari ini sudah lancar kembali dan harga bisa segera turun,” katanya. (*)



