Jumat, 30 Januari 2026

Harga Ayam Potong di Batam Masih Tinggi, DKP2KH Kepri Siap Turun ke Pasar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, Rika Azmi. (F.Yashinta)

batampos – Harga ayam potong di pasaran Batam hingga akhir Januari 2026 masih bertahan tinggi. Kenaikan tidak hanya terjadi pada ayam potong segar, tetapi juga ayam potong beku. Kondisi ini turut memicu kenaikan harga sejumlah menu makanan di warung dan restoran, termasuk usaha kuliner ayam penyet dan sejenisnya.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan harga ayam potong berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau, Rika Azmi, mengatakan harga ayam potong masih normal. Menurutnya, pemerintah daerah terus melakukan pengawasan untuk memastikan harga di tingkat pedagang tidak melampaui ketentuan yang berlaku.

“Kami tetap melakukan pengawasan. Takutnya ketika harga sudah tinggi, nanti perlu dipastikan lagi apakah memang betul harga sudah mahal di lapangan,” ujar Rika, di Mapolda Kepri Rabu (28/1).

Baca Juga: Iuran Rutin Dibayar, tapi Sampai Lima Hari Sampah Tak Diangkat di Pusat Kota

Rika menegaskan, harga eceran tertinggi (HET) ayam potong di Kepri telah ditetapkan sebesar Rp40 ribu per kilogram. Jika ditemukan pedagang menjual di atas harga tersebut, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

“Kalau ayam dijual di atas Rp40 ribu, nanti kami akan turun lagi untuk mengecek,” katanya.

Ia juga tak mengelak adanya pihak yang memanfaatkan situasi untuk menaikan harga. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap terjadi di tingkat pedagang, sementara harga di tingkat peternak relatif masih stabil.

“Kadang harga naiknya di pedagang, tapi di petani atau peternak biasanya tetap,” ujarnya.

Terkait penyebab kenaikan harga, Rika menyebut faktor pemicunya beragam. Namun demikian, ia memastikan ketersediaan ayam potong di Batam dan Kepri secara umum masih mencukupi.

“Ketersediaannya cukup kok. Ini bukan karena stok kurang,” tegasnya.

Baca Juga: Personel Ditresnarkoba Polda Kepri Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

Selain ayam potong, fluktuasi harga juga terjadi pada komoditas beras. Meski demikian, Rika memastikan stok beras di wilayah Kepulauan Riau masih dalam kondisi aman.

“Kami sudah beberapa kali rapat terkait beras. Stok beras di Kepri masih mencukupi,” ujarnya.

Rika menegaskan hingga saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) beras masih tetap, yakni Rp15.400 per kilogram. Ia membantah adanya kenaikan HET beras di Kepri.

“Kalau HET beras masih harga yang lama, masih Rp15.400,” katanya.

Meski begitu, Rika mengakui adanya permintaan dari pelaku usaha beras untuk menaikkan HET. Permintaan tersebut, kata dia, akan disampaikan kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk dibahas lebih lanjut.

“Ada permintaan dari pelaku usaha beras. Kami sampaikan silakan diajukan, nanti akan kami teruskan ke Bapanas,” ujarnya.

Baca Juga: Pria yang Hajar Kekasihnya di Sagulung Akhirnya Diciduk Polisi

Rika juga memastikan tidak ada beras impor yang masuk ke Kepri. Distribusi beras untuk wilayah Kepri masih mengandalkan pasokan dari Cipinang, Karawang, dan Palembang.

Untuk menjaga stabilitas harga, DKP2KH Kepri telah melakukan berbagai langkah, termasuk mempertemukan pelaku usaha melalui kegiatan business matching. Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat.

“Satgas Pangan bisa turun ke lapangan,” pungkas Rika. (*)

 

ReporterYashinta

Update