Rabu, 21 Januari 2026

Harga Ayam Potong Masih Tinggi di Batam, Beban Bagi Warga hingga Pedagang Makanan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Warga saat memilih daging ayam di Pasar Botania 2 Batamkota. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Harga ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional di Batam masih bertahan di harga tinggi. Hingga kini, harga ayam potong per kilogram berada di kisaran Rp45 ribu, sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

Pantauan Batam Pos di Pasar Botania menunjukkan harga ayam potong segar dijual antara Rp44 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Harga tersebut belum mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir, meskipun permintaan masyarakat cenderung fluktuatif.

Aldi, salah satu pedagang ayam di Pasar Botania, mengatakan tingginya harga ayam potong masih terjadi hingga saat ini. Ia menyebut belum ada tanda-tanda harga akan turun dalam waktu dekat. “Sampai sekarang masih tinggi, belum turun,” ujarnya.

Tak hanya ayam potong segar, harga ayam beku atau ayam es juga relatif mahal. Di pasaran, ayam es dijual dengan harga sekitar Rp42 ribu per kilogram, selisih tipis dibandingkan ayam segar.

Baca Juga: Narkotika Dilempar Masuk Lapas Batam, Ada Ganja hingga Sabu

Menurut dia, meski harga tinggi, masyarakat tetap membeli ayam potong untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, volume pembelian cenderung berkurang. “Pembeli tetap ada, tapi biasanya beli lebih sedikit,” katanya.

Kondisi ini dikeluhkan Reni, seorang ibu rumah tangga di Batam. Ia mengaku kenaikan harga ayam potong cukup memberatkan, terutama bagi keluarga yang mengandalkan ayam sebagai lauk utama.

Menurut Reni, tingginya harga tidak hanya terjadi pada ayam potong. Berbagai kebutuhan lauk pauk lainnya juga ikut melonjak. “Ikan mahal, telur juga mahal. Jadi sama saja, semuanya naik,” keluhnya.

Reni berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menekan harga bahan pangan, sehingga kebutuhan rumah tangga tetap dapat terpenuhi tanpa harus mengurangi kualitas konsumsi.

Dampak tingginya harga ayam potong juga dirasakan oleh pedagang makanan. Eka, salah satu penjual makanan siap saji, mengaku terpaksa menaikkan harga jual dagangannya.

Baca Juga: KUHP Baru Lindungi Anak, Dewan Pendidikan Batam Ajak Sekolah Jadi Ruang Aman

Ia mengatakan harga makanan yang dijualnya naik dari Rp13 ribu menjadi Rp15 ribu per porsi. Kenaikan tersebut dilakukan untuk menutupi biaya bahan pangan yang terus meningkat.

“Bukan cuma ayam yang naik, beras juga naik. Semua bahan naik,” ujar Eka. Ia menyebut kondisi ini membuat pedagang kecil berada dalam posisi sulit.

Eka menambahkan, kenaikan harga jual terpaksa dilakukan agar usaha tetap bertahan. “Mau tidak mau harus naik. Kalau tidak, kami tidak bisa menutup biaya,” katanya. (*)

ReporterYashinta

Update