
batampos – Harga daging ayam potong di pasaran Batam hingga kini masih bertahan tinggi. Tidak hanya ayam segar, ayam beku atau ayam es juga dijual dengan harga mahal. Bahkan, selisih harga antara ayam segar dan ayam beku saat ini hanya berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram.
Kondisi tersebut berbeda dengan situasi normal sebelumnya. Biasanya, selisih harga ayam segar dan ayam beku bisa mencapai Rp5.000 hingga Rp7.000 per kilogram. Namun, akibat keterbatasan stok, harga ayam beku ikut terkerek naik sehingga jaraknya dengan ayam segar semakin tipis.
Harga ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional Batam saat ini berkisar Rp44 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Pedagang menyebut tingginya harga dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan ayam, sementara permintaan masih cukup tinggi pasca Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga: Kronologi Tongkang KPS 1203 Hanyut hingga Kandas di Pulau Raja Batam
Andi, salah seorang pedagang ayam di Batam, mengakui harga ayam beku sudah mahal sejak Desember lalu. Menurutnya, kondisi itu disebabkan stok ayam beku yang terbatas di pasaran.
“Untuk ayam es memang mahal sejak Desember. Stoknya terbatas, jadi harga ikut naik,” ujar Andi.
Ia menjelaskan, pasokan ayam beku berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Namun, informasi yang diterimanya menyebutkan ketersediaan ayam beku saat ini tidak sebanyak biasanya.
“Ayam es itu ada yang dari dalam dan luar negeri. Tapi sekarang infonya memang terbatas, makanya harganya mahal,” katanya.
Meski harganya tinggi, ayam beku tetap memiliki peminat tersendiri. Menurut Andi, sebagian konsumen lebih memilih ayam beku karena rasa dan teksturnya dinilai berbeda dibanding ayam segar.
“Banyak konsumen yang tetap cari ayam es karena katanya rasanya beda. Tapi memang ada juga yang tidak suka,” ujarnya.
Baca Juga: Harga Gas Melonjak, Daya Saing Industri Batam Terancam
Konsumen yang kurang menyukai ayam beku, lanjut Andi, membeli ayam potong segar meskipun harganya juga tidak murah.
Hal serupa disampaikan Ari, pedagang ayam potong di kawasan Batam Center. Ia menyebut harga ayam potong masih belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
“Harga ayam potong masih mahal sampai sekarang,” kata Ari.
Menurutnya, mahalnya harga tidak hanya terjadi pada ayam segar, tetapi juga ayam beku. Keduanya sama-sama mengalami kenaikan akibat pasokan yang belum stabil.
“Sekarang bukan cuma ayam segar, ayam es juga mahal. Selisihnya tipis,” ujarnya.
Ari menilai kondisi ini dipicu tingginya permintaan saat momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun. Akibatnya, produksi ayam tidak mampu mengejar kebutuhan pasar.
Baca Juga: Cegah Kriminalitas dan Balap Liar, Polresta Barelang Patroli Cipta Kondisi
Sementara itu, pedagang ayam di Pasar Bengkong, Dimas, juga mengungkapkan hal senada. Ia mengatakan harga ayam potong di pasarnya masih bertahan tinggi sejak akhir tahun lalu.
“Di Bengkong juga masih mahal. Belum ada penurunan,” ujar Dimas.
Ia menyebut, harga ayam segar maupun ayam beku hampir sama. Kondisi ini membuat sebagian pembeli mengeluh karena biasanya ayam beku jauh lebih murah.
Menurut Dimas, pasokan ayam yang terbatas menjadi faktor utama belum turunnya harga di tingkat pedagang. Selama stok belum normal, harga diperkirakan masih akan bertahan.
“Kalau pasokan belum lancar, harga susah turun. Pembeli juga mau tidak mau tetap beli,” sebutnya. (*)



