
batampos – Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Batam menjerit dengan kebijakan kenaikan harga BBM ini. Sebab berimbas kepada harga bahan pangan. Penjual kue salah satunya, mengaku mulai kewalahan dengan belanja material pembuatan kue yang saat ini sudah bergerak naik.
Tepung terigu misalkan kini naik ke angka Rp 12 ribu per kilogram. Ini naik hampir dua kali lipat dari harga sebelumnya.
“Baru satu item itu. Belum pewarna, gula dan perlengkapan lainnya. Kacau memang keadaan sekarang ini. Kami belum bisa naikan harga kue karena memang belum semua pedagang menaikan harga kue. Kalau kita main naikan sendiri, komplain pelanggan nanti. Bisa-bisa hilang pelanggan. Serba susah memang,” ujar Yeni, penjual kue di Mitra Mall, Batuaji.
Begitu juga dengan usaha warung makan seperti warung ayam penyet di pinggir jalan ataupun pusat perbelanjaan. Merekapun kelimpungan sebab harga ayam dan bumbu dapur yang terus bergerak naik. Merekapun tidak serta merta menaikan harga jual makanan per porsinya sebab akan berdampak dengan kehilangan pelanggan.
Mereka hanya bisa menyampaikan secara bertahap bahwa kemungkinan harga jual makanan juga akan naik karena mahalnya barang kebutuhan pokok saat ini.
“Tipis untungnya, hanya untuk operasional saja ini untungnya,” ujar Mario, pedagang ayam penyet di Marina.
Pantauan di sejumlah pasar, hampir semua kebutuhan pokok bergerak naik harganya. Daging dan ikan naik kisaran Rp 5 ribu per kilogram. Begitu juga dengan sayuran kini bergerak naik ke angka Rp 20 ribu per kilogram.
Kenaikan yang paling signifikan adalah cabe. Cabe setan kini tembus angka Rp 20 ribu per kilogram. Sementara cabe kriting dan sejenisnya diangka Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu. (*)
Reporter : Eusebius Sara



