
batampos – Kenaikan harga bahan kebutuhan pokok kembali menghantam masyarakat Kota Batam. Memasuki Januari 2026, sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, daging sapi, dan ayam mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan.
Kondisi ini tidak hanya membebani konsumen rumah tangga, tetapi juga membuat pelaku UMKM, khususnya pedagang makanan, semakin terjepit.
Pantauan Batam Pos di Pasar Basah Mustafa, Jalan Raja Alikelana, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Selasa (6/1), menunjukkan harga beras dan gula pasir naik di hampir seluruh lapak pedagang.
Baca Juga: Nelayan Ditemukan Tewas di Pantai Teritip
Salah seorang pedagang beras, Husni, mengatakan seluruh jenis beras mengalami kenaikan sejak akhir 2025. Beras merek Horas ukuran 25 kilogram yang sebelumnya dijual Rp265 ribu kini melonjak menjadi Rp320 ribu. Sementara harga eceran per kilogram naik menjadi Rp16 ribu.
“Semua jenis beras naik. Ini sudah terasa sejak November kemarin,” ujar Husni.
Menurutnya, lonjakan harga tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Banyak pembeli yang mengeluh, bahkan mulai mengurangi jumlah belanja.
“Pembeli mengeluh terus, tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak karena harga dari distributor sudah naik,” katanya pasrah.
Selain beras, harga gula pasir juga ikut merangkak naik. Dari sebelumnya Rp15 ribu per kilogram, kini dijual Rp17 ribu per kilogram. Husni berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menekan harga sembako.
“Harapannya harga bisa turun, supaya konsumen tidak makin berkurang,” ujarnya.
Kondisi ini turut dirasakan pelaku usaha kecil, terutama pemilik warung makan. Rosita, pedagang ayam penyet di kawasan Batam Center, mengaku kenaikan harga bahan baku membuat usahanya semakin sulit.
“Harga beras naik, bahan-bahan lain juga naik, tapi kami tidak berani menaikkan harga makanan. Kalau dinaikkan, takut pelanggan kabur,” kata Rosita.
Baca Juga: Kualitas Air Menurun di Tiban, Air Batam Hilir Beri Penjelasan dan Lakukan Perbaikan
Ia menyebutkan, lonjakan harga daging cukup memberatkan. Harga daging sapi yang sebelumnya berkisar Rp90 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp120 ribu lebih.
Sementara daging ayam naik hampir dua kali lipat, dari Rp26 ribu menjadi mendekati Rp50 ribu per kilogram.
“Untungnya makin tipis. Kadang kami terpaksa mengalah supaya usaha tetap jalan,” ujarnya.
Meski demikian, Rosita menyebut harga telur ayam dan cabai merah masih relatif stabil. Ia berharap pemerintah bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok agar pelaku UMKM tidak terus terhimpit.
“Kalau memang harus naik, jangan drastis seperti ini. Kami butuh kepastian supaya bisa bertahan,” katanya. (*)



