Selasa, 13 Januari 2026

Harga Beras di Batam Melonjak, IRT dan Pedagang Makanan Mengeluh

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Warga saat membeli beras di salah satu toko di Batamcenter. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga beras di pasaran Batam terpantau tinggi hingga, Kamis(2/1). Sejak dua bulan terakhir, harga beras di Batam sudah naik 3-4 kali, yang berkisar Rp1.500 hingga Rp3.000 per kilogram.

Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

Pantauan di lapangan, harga beras paling murah saat ini berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, sementara sebelumnya masih dapat ditemukan beras dengan harga sekitar Rp11.500 per kilogram. Kondisi ini membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak.

Baca Juga: Targetkan 1,7 Juta Kunjungan Wisman pada 2026, Disbudpar Batam Siapkan Beragam Event

Rahma, seorang ibu rumah tangga di Batam, mengaku terpaksa menambah anggaran belanja bulanan akibat kenaikan harga beras tersebut. Menurutnya, beras merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa dikurangi.

“Sekarang mau tidak mau harus keluar uang lebih. Dulu masih bisa beli beras Rp11.500 per kilo, sekarang sudah tidak ada lagi,” ujar Rahma, kemarin.

Ia menjelaskan, untuk beras kualitas medium saat ini harganya sudah berada di atas Rp13.000 per kilogram. Sementara beras premium dinilai semakin sulit dijangkau masyarakat.

“Beras medium biasanya ada yang di bawah Rp12.000. Sekarang malah di atas Rp13.000 semua. Yang premium bisa sampai Rp16.500 per kilo,” keluhnya.

Rahma berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah agar harga beras kembali stabil. “Harapannya harga bisa normal lagi, karena beras ini kebutuhan utama,” katanya.

Baca Juga: Kejaksaan Negeri Batam Siap Jalankan KUHP dan KUHAP Baru

Tak hanya dirasakan ibu rumah tangga, kenaikan harga beras juga berdampak pada pedagang makanan. Sari, pemilik warung makan di kawasan Batam Center, mengaku biaya operasional usahanya ikut meningkat.

Menurut Sari, beras merupakan bahan baku utama yang menyedot biaya cukup besar. Dengan harga beras yang terus naik, margin keuntungan warung makan menjadi semakin tipis.

“Kalau harga beras naik, kami serba salah. Mau menaikkan harga makanan takut pembeli sepi, tapi kalau tidak dinaikkan, untungnya hampir tidak ada,” ujar Sari.

Ia mengaku hingga kini masih berusaha mempertahankan harga jual makanan agar tidak memberatkan pelanggan. Namun, jika kondisi ini terus berlanjut, penyesuaian harga dinilai sulit dihindari.

“Kami berharap harga beras bisa segera turun. Kalau terlalu lama tinggi, usaha kecil seperti kami yang paling terasa dampaknya,” tambahnya.

Faisal, karyawan swalayan kawasan Nongsa mengatakan kenaikan harga beras cukup signifikan. Dimana kenaikan mulai Rp 1500-3000 per kg.

Baca Juga: Arus Penumpang di Pelabuhan Punggur Ramai, Ribuan Orang Berangkat dan Tiba Awal Tahun

“Naiknya lumayan juga. Memang tak ada dibawah Rp 12 ribu lagi. Dalam satu bulan ini sudah naik 3 kali,” sebutnya.

Meski naik, Faisal mengaku kenaikan tak mengurangi daya beli masyarakat.

“Ya namanya beras kebutuhan utama, jadi memang tak ada pengaruhnya. Cuma banyak yang mengeluh,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, hingga berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi terkait penyebab kenaikan harga beras maupun langkah antisipasi yang akan dilakukan. (*)

ReporterYashinta

Update