Selasa, 13 Januari 2026

Harga Beras di Batam Merangkak Naik

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dirkrimsus Polda Kepri turun langsung ke sejumlah pedagang beras untuk mengecek harga. f. yashinta

batampos – Harga beras di sejumlah wilayah di Kota Batam mulai merangkak naik dalam sepekan terakhir. Kenaikan paling tinggi terjadi pada beberapa merek seperti beras Harum Mas yang kini dijual hingga Rp16 ribu per kilogram di tingkat pengecer.

Warga Batuampar, Siti, mengaku terkejut saat mendapati harga beras yang biasa ia beli Rp14.500 per kilogram kini melonjak menjadi Rp16 ribu. Ia menyebut kenaikan ini cukup membebani kebutuhan harian keluarganya.

“Harga beras sudah mulai berangsur naik sejak minggu kemarin. Setiap ke warung, pasti ada perubahan,” kata Siti, Jumat (12/12).

Ia mengaku terpaksa mengurangi pembelian dan menyesuaikan dengan belanja bulanan. Selain itu, ia juga berharap agar kondisi ini tak berlangsung lama.

“Yang pasti jangan lama dan tambah naik. Karena stress juga,” terangnya.

Baca Juga: BP Batam Tegaskan Aturan, PT Global Pratama Indonesia Harus Pulihkan ROW 30

Kenaikan ini dikeluhkan warga karena terjadi secara bertahap sejak awal Desember. Sejumlah pedagang menyebut suplai dari daerah penghasil ikut terganggu akibat bencana alam berupa longsor dan banjir di beberapa wilayah di Sumatera.

Keluhan serupa disampaikan Eka, warga Bengkong, yang mengatakan stok beberapa merek beras juga mulai menipis. Menurutnya, pedagang kerap menyarankan pembeli untuk membeli lebih awal sebelum harga kembali naik.

Eka menyebut kenaikan harga ini membuat pengeluaran rumah tangga ikut membengkak. “Biasanya saya beli dua karung sekalian. Tapi sekarang terpaksa satu dulu, karena harganya makin tinggi,” ujarnya.

Ia juga mendengar informasi bahwa penyaluran beras dari luar daerah mengalami hambatan. Namun ia berharap pemerintah segera turun tangan untuk memastikan harga tidak terus melambung menjelang akhir tahun.

Di swalayan kawasan Nongsa misalnya, terlihat perbedaan harga beras dari seminggu lalu. Kenaikan harga beras ini pun terjadi untuk semua jenis.

“Memang ada kenaikan harga beras. Paling tinggi Rp1000 per kg,” ujar salah satu karyawan.

Sementara itu, Direktur Krimsus Polda Kepri Kombes Silvester Simamora tak menampik adanya kenaikan harga beras. Menurutnya, kenaikan ini lebih disebabkan oleh kondisi daerah penghasil yang terdampak bencana alam.

“Ada informasi kenaikan harga beras di Batam, tapi itu karena pasokan dari daerah penghasil sedang terganggu. Bukan karena aksi spekulan,” kata Silvester.

Baca Juga: Li Claudia Pacu Standarisasi TPS BIN Tertutup

Ia menegaskan polisi sudah turun memantau harga di lapangan untuk memastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi. Menurut dia, faktor cuaca dan kondisi geografis menjadi tantangan terbesar saat ini.

Di Bintan, laporan serupa juga masuk ke Polda Kepri. Menurut dia, Kapolda Kepri sudah menyampaikan kondisi ini kepada Gubernur Kepri dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kapolda meminta seluruh pihak bekerja sama mengawasi stabilitas harga di tingkat pedagang,” tegasnya.

Menurutnya, suplai beras dari sejumlah wilayah di Sumatera memang terdampak banjir dan longsor. Kondisi ini menyebabkan jalur distribusi terganggu dan menghambat stok masuk ke Batam dan Bintan.

Polda Kepri bersama tim satgas pangan mengaku telah menggelar rapat khusus untuk menentukan langkah-langkah antisipasi ke depannya. Mulai dari pengecekan stok, monitoring gudang, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan distributor.

“Langkah-langkah sudah kami siapkan. Kami ingin pastikan pasokan beras tetap aman dan harga tidak melambung tinggi,” tutup Silvester. (*)

ReporterYashinta

Update