
batampos – Harga beras di Batam kembali menjadi sorotan. Dalam beberapa pekan terakhir, harga beras dilaporkan terus merangkak naik hingga menembus harga eceran tertinggi (HET). Kenaikannya mencapai Rp1.000 hingga Rp2.500 per kilogram.
Sejumlah warga mengeluh dengan lonjakan harga kebutuhan pokok tersebut, terlebih beras merupakan komoditas utama yang dikonsumsi setiap hari.
Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan faktor utama yang menyebabkan harga beras melonjak.
“Dengan kondisi alam yang ada di Sumatera, mungkin ada kendala di transportasi. Tapi memang banyak hal yang perlu kita cek lagi,” ujar Silvester Rabu (14/1).
Baca Juga: Berubah Jadi Kampung Madani, Simpang Dam Belum Juga Bersih dari Narkotika
Menurutnya, kenaikan harga beras tidak bisa serta-merta disimpulkan hanya dari satu faktor. Diperlukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab sebenarnya, apakah dari sisi distribusi, pasokan, atau faktor lainnya.
“Saya tidak bisa langsung menyimpulkan satu faktor saja. Nanti kami lihat dulu seperti apa kondisinya, kami selidiki terlebih dahulu,” tegasnya.
Terkait upaya yang dilakukan Polda Kepri agar harga beras tidak terus melambung, Silvester menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Besok (Kamis,red) akan ada rapat dengan Badan Pangan Nasional untuk membahas kondisi ini,” ujarnya.
Saat disinggung soal informasi adanya distributor di Batam yang disebut-sebut enggan membeli beras dari Bulog, Silvester mengaku belum mengetahui hal tersebut.
“Kalau soal itu, saya belum tahu. Nanti akan saya cek juga,” katanya. (*)



