Sabtu, 17 Januari 2026

Harga Cabai Bikin Pedas, Operasi Pasar Siap Digelar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Pedagang di Pasar Botania 2 Batamcentre mengangkat cabai merah keriting. Foto: Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Harga cabai di Batam terus meroket sejak awal Agustus. Di sejumlah pasar, harga cabai merah tembus Rp62 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Sementara cabai hijau tak jauh berbeda, berkisar Rp60 ribu sampai Rp65 ribu per kilogram. Kondisi ini bikin pedagang waswas, pembeli pun mengeluh.

“Cabai banyak yang basah, cepat rusak. Kalau ambil stok banyak takut rugi,” kata Dedi, pedagang di Pasar Victoria, Selasa (9/9).

Keluhan juga datang dari warga. “Cabai ini kan bumbu wajib. Kalau naik, pengeluaran dapur jelas ikut naik,” ujar Anif, warga Tanjung Riau.

Menjawab keresahan itu, Pemerintah Kota Batam lewat Disperindag tidak tinggal diam. Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, menegaskan dua langkah segera ditempuh. Pertama, menggelar operasi pasar pada 15–17 September mendatang di enam kecamatan: Batuaji, Sagulung, Sungaibeduk, Batuampar, Nongsa, dan Lubukbaja.

“Operasi pasar ini menjual kebutuhan pokok, termasuk cabai. Jadi masyarakat bisa beli dengan harga lebih terjangkau,” kata Gustian.

Langkah kedua, membeli langsung cabai dari daerah penghasil di Sumatera Utara. Pemko Batam bersama pengusaha cabai dijadwalkan berangkat ke Simalungun pada 18 September untuk meneken kerja sama pasokan dengan Simalungun, Tapanuli Utara, dan Bandar Meriah.

“Cuaca menjadi faktor utama cabai cepat busuk. Kalau curah hujan tinggi, cabai rawan rusak, apalagi perjalanan ke Batam cukup panjang,” jelas Gustian.

Dengan dua langkah ini, pemerintah berharap harga cabai bisa segera stabil dan beban masyarakat berkurang. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update