
batampos – Sejumlah harga kebutuhan pokok di Kota Batam mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Komoditas seperti cabai dan ayam potong tercatat melonjak, memicu perhatian masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Wahyu Daryatin, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut. Namun, sebagian komoditas mulai menunjukkan tren penurunan.
“Cabai merah memang sempat menyentuh Rp50 ribu per kilogram, tetapi per hari Jumat lalu sudah mulai turun. Untuk cabai hijau, sekarang berada di kisaran Rp85 ribu per kilogram, sebelumnya sempat mencapai Rp100 ribu,” katanya, Senin (5/1).
Baca Juga: Harga Cabai di Batam Kembali Meroket, Cabai Rawit Hijau Langka di Pasaran
Sementara itu, harga ayam potong masih tergolong tinggi, berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Meski demikian, Wahyu menyebut kondisi itu tak hanya terjadi di Batam, melainkan hampir merata di seluruh wilayah Indonesia.
“Ini faktor nasional. Ada dua penyebab utama, pertama kondisi akhir tahun, kedua faktor cuaca. Hampir tiap tahun pola seperti ini selalu terjadi, baik di awal maupun di akhir tahun,” katanya.
Wahyu menambahkan, tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Harga telur, misalnya, saat ini justru mulai menurun. Pemerintah daerah pun terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga.
Menjelang Ramadan yang diperkirakan jatuh pada akhir Februari, Disperindag Batam memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman. Pihaknya rutin berkoordinasi dengan para distributor.
“Kami punya sekitar 85 anggota distributor. Untuk kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan lainnya, stok kami pastikan aman. Dalam rapat akhir tahun lalu, distributor juga sudah menjamin ketersediaan stok hingga Lebaran,” ujar dia.
Ia menjelaskan, para distributor umumnya menyiapkan stok untuk kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. Selain itu, Disperindag Batam juga menjalin komunikasi dengan daerah pemasok utama seperti Sumatera Utara.
“Kami koordinasi dengan kawan-kawan di Medan. Kalau di sana harga naik, dampaknya pasti terasa di Batam. Tapi sejauh ini sudah kami pastikan kondisi pasokan masih terkendali,” katanya. (*)



