
batampos – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Batam terus merangkak naik sejak beberapa pekan terakhir. Di Pasar Victoria, cabai merah kini dijual Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per seperempat kilogram, atau setara Rp62 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Sedangkan cabai hijau berada di kisaran Rp15 ribu sampai Rp17 ribu per seperempat kilogram, atau sekitar Rp60 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.
“Awal Agustus masih Rp8 ribu sampai Rp10 ribu per seperempat, sekarang paling murah sudah Rp16 ribu. Naiknya pelan-pelan, tapi terus menerus,” kata Leni, pedagang cabai di Pasar Victoria, Minggu (7/9).
Pedagang lainnya, Dedi, mengaku tidak berani membeli pasokan cabai dalam jumlah besar. Menurutnya, kualitas cabai belakangan ini banyak yang basah sehingga lebih cepat busuk.
“Kalau stok banyak takut gak laku. Cabainya banyak basah, jadi cepat rusak. Kalau rugi kan kita juga yang susah,” ujarnya.
Di Pasar Sungai Harapan, kondisi serupa juga terjadi. Fitri, pedagang sayur di pasar tersebut, mengatakan pembeli kini mengurangi jumlah belanja. Jika sebelumnya rata-rata membeli setengah kilogram, sekarang lebih sering hanya seperempat kilogram.
“Biasanya satu orang beli setengah kilo, sekarang kebanyakan seperempat kilo saja. Mereka juga bilang harga mahal,” tuturnya.
Menurut para pedagang, kenaikan harga ini cukup membebani karena omzet ikut menurun. Mereka berharap ada stabilisasi harga dari pemasok maupun pemerintah agar konsumen tidak lari dan penjualan tetap berjalan.
Sementara itu, warga Tanjung Riau, Anif, mengaku pengeluaran rumah tangganya ikut terdampak dengan mahalnya cabai. Ia berharap pemerintah bisa menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, terutama cabai yang hampir setiap hari dibeli masyarakat.
“Ini kan bumbu wajib. Kalau naik, jelas pengeluaran dapur juga ikut naik. Jadi berat rasanya,” keluhnya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



