
batampos – Harga sejumlah komoditas di Batam seperti cabai dan santan cair sempat naik 2 kali lipat saat lebaran Idul Adha. Tapi saat ini, harga cabai dan santan sudah kembali turun, harganya sama dengan sebelum lebaran.
Meski harga dua komoditas ini turun, harga telur ayam buras di pasaran Batam masih tinggi. Hal ini tentu masih menjadi keluhan sejumlah masyarakat, terutama kaum ibu.
Di Pasar Botania Batam Center, harga cabai yang sempat naik hingga Rp 100 ribu per kg, sudah kembali turun dengan harga Rp 40-60 ribu per kg. Hal itu membuat kaum ibu yang berbelanja mulai lega.
Baca Juga: Lift di Mega Mall Macet, Pengunjung Terjebak Selama 19 Menit
“Sudah turun 3 hari lalu, harga cabai merah keriting Rp 50 ribu per kg, cabai rawit setan Rp 60 ribu per kg,” ujar Andi pedagang di pasar Botania.
Begitu juga dengan harga santan cair yang menjadi buruan warga saat lebaran. Harga santan cair sempat naik 2 kali lipat hingga Rp 20 ribu per kg, dari yang biasanya Rp 10 ribu per kg.
“Sudah turun sejak 2 hari lalu, sudah mulai normal. Cabai juga turun,” ujar Rini warga Batam center yang tengah berbelanja.
Meski begitu, Rini mengeluhkan harga telur ayam buras yang masih tinggi di pasaran. Harga telur ayam buras dijual berkisar Rp 57-62 ribu per papan isi 30 butir.
“Untuk harga telur masih tinggi sih, kok tak turun-turun ya,” keluh Rini.
Baca Juga: Pengunjung Mega Mall Terjebak Dalam Lift, Manajemen Bantah Ada Kesengajaan
Ia berharap, harga -harga komoditas di pasaran Batam bisa menyesuaikan dengan masyarakat, terutama menengah kebawah. Apalagi, disaat ekonomi masih pemulihan pasca covid-19.
“Ya kalau bisa jangan mahal-mahal, ekonomi juga masih susah. Jadi saya berharap harga bisa murah,” harapnya.
Tak hanya di pasar, harga telur ayam buras di sejumlah swalayan juga terpantau masih tinggi. Untuk per papan dijual Rp 57-60 ribu. Sedangkan untuk isi 10 butir dijual Rp 19-21 ribu. (*)
Reporter: Yashinta



