
batampos – Harga sejumlah komoditas pangan di Batam mengalami kenaikan signifikan. Harga cabai dilaporkan menembus kisaran Rp80 ribu per kilogram, sementara harga ayam potong berada di bawah Rp40 ribu per kilogram. Kenaikan ini memicu kekhawatiran masyarakat, terutama karena berdekatan dengan momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti lonjakan konsumsi.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menjelaskan, fluktuasi harga tersebut merupakan tren yang hampir selalu terjadi setiap tahun, terutama setelah perayaan Natal dan Tahun Baru. Pola serupa juga lazim terjadi saat memasuki Idul Fitri, Idul Adha, masa masuk sekolah, serta periode libur panjang.
“Kalau kita melihat polanya, setiap hari besar keagamaan nasional selalu diikuti kenaikan harga komoditas strategis. Itu tren tahunan. Tetapi memang saat ini kenaikannya terasa lebih tinggi,” kata dia, Selasa (6/1).
Ia menambahkan, kondisi saat ini diperparah oleh gangguan rantai pasok dari daerah penyuplai utama. Batam sangat bergantung pada pasokan cabai, sayur-mayur, telur, dan daging ayam dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, serta Lombok. Sejumlah daerah tersebut tengah menghadapi bencana alam, sehingga distribusi ke Batam tidak berjalan optimal.
“Sumatera Barat dan Sumatera Utara adalah pemasok penting kita, begitu juga Lombok untuk cabai. Ketika daerah-daerah ini terdampak bencana, otomatis pasokan ke Batam ikut terganggu,” katanya.
Selain faktor distribusi, cuaca ekstrem juga jadi penyebab utama kenaikan harga. Curah hujan tinggi dan angin kencang yang terjadi sejak Desember berdampak pada aktivitas produksi dan distribusi, termasuk sektor perikanan akibat gelombang laut yang meninggi.
Amsakar membeberkan, berdasarkan hasil rapat bersama BMKG, gelombang laut diperkirakan meningkat pada periode ini. Meski Batam relatif aman dibandingkan beberapa daerah lain, potensi cuaca ekstrem tetap perlu diwaspadai.
“Cuaca memang sedang tidak bersahabat. Curah hujan tinggi, angin kencang, dan gelombang laut naik. Ini sangat berpengaruh terhadap pasokan ikan dan distribusi barang,” ujarnya.
Untuk menekan dampak kenaikan harga, Pemerintah Kota Batam telah mengambil langkah intervensi, di antaranya dengan menggelar bazar sembako murah serta melibatkan distributor dalam penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
“Upaya sudah kita lakukan, termasuk bazar dengan potongan harga dan keterlibatan distributor. Alhamdulillah, ini cukup membantu masyarakat, meski kita akui menjaga harga tetap normal dalam kondisi distribusi terganggu bukan hal yang mudah,” ujar Amsakar. (*)



