Senin, 19 Januari 2026

Harga Cabai Sentuh Rp95 Ribu per Kg, DKPP Genjot Produksi Cabai Lokal untuk Redam Harga Tinggi

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petani cabai di Batam saat memanen cabai merah. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Batam kembali melonjak tajam. Sejak awal pekan, harga cabai merah berada di kisaran Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram, membuat para ibu rumah tangga mengeluh karena tingginya biaya kebutuhan dapur.

Di Pasar Victoria, harga cabai merah tercatat mencapai Rp90 ribu per kilogram. Sementara di Pasar Sungai Harapan, harga bahkan menyentuh Rp95 ribu per kilogram.

“Mahal sekali sekarang, cabai merah sudah Rp100 ribu per kilo. Belanja jadi boros, padahal kebutuhan lain juga ikut naik,” keluh Rina, salah satu ibu rumah tangga saat ditemui di Pasar Sungai Harapan, Senin (1/12).

Para pedagang menyebut, lonjakan harga dipicu menurunnya pasokan dari daerah pemasok akibat faktor cuaca dan bencana alam. “Pasokan sedikit. Kiriman dari Sumatera terlambat karena bencana. Stok menipis, jadi harga naik,” ujar Joko, pedagang cabai di Pasar Victoria.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, Mardanis, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pasokan cabai ke Batam banyak bergantung dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Selain itu, banyak petani di Pulau Jawa yang gagal panen akibat serangan penyakit tanaman dan cuaca ekstrem.

“Tentu karena pasokan kita banyak dari sana. Kondisi cuaca membuat distribusi dan produksi terganggu,” ujarnya.

Mardanis juga menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai tak hanya terjadi di Batam. Tetapi hampir di seluruh wilayah lain seperti Jakarta rata-rata berada di angka Rp70 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai merah besar dijual Rp80 ribu per kilogram dan bawang merah Rp50 ribu per kilogram.

Sementara itu, produksi cabai merah lokal di Batam saat ini baru mulai panen awal. Petani baru mampu menghasilkan sekitar 100 kilogram per hari, sehingga belum mampu mengintervensi harga pasar. Sementara kebutuhan cabai di Batam mencapai 15–20 ton per hari.

“Saat ini kami telah mengembangkan lahan cabai merah seluas 15 hektare, namun masa tanam tidak serentak sehingga panen juga tidak serentak,” jelasnya.

DKPP menargetkan produksi cabai merah lokal ke depan dapat mencapai hampir 1 ton per hari agar dapat menambah suplai lokal dan menekan harga cabai di pasaran.

Upaya peningkatan produksi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemko Batam untuk membangun ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

“Kemandirian pangan itu penting. Kita tidak bisa terus bergantung pada daerah lain, apalagi saat cuaca dan produksi nasional sedang tidak menentu,” tegasnya.

Mardanis berharap, jika program pengembangan pangan lokal ini berhasil, Batam tidak hanya mampu menstabilkan harga bahan pangan, tetapi juga lebih mandiri dalam penyediaan komoditas hortikultura.

“Kita mulai dari cabai. Ke depan akan terus diperluas ke komoditas lain seperti tomat, kangkung, dan bayam,” tutupnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update