Rabu, 14 Januari 2026

Harga Daging Ayam, Sapi dan Beras Naik di Pasar, Pasokan Juga Berkurang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi penjual daging ayam. F.Cecep Mulyana

batampos – Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Mega Legenda, Batam Center, Kota Batam, masih menunjukkan tren tinggi dan belum kembali stabil. Kenaikan harga ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner kecil.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan adalah daging ayam. Ayam beku (frozen) kini dijual dengan harga sekitar Rp38 ribu per kilogram, sementara ayam segar yang disembelih di tempat mencapai Rp44 ribu per kilogram.

Herry, pedagang ayam potong di Pasar Mega Legenda, mengatakan kenaikan harga ayam sudah berlangsung sejak sekitar dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat banyak pedagang makanan, seperti penjual ayam penyet dan warung nasi, mengeluh karena biaya produksi ikut meningkat.

“Orang jual ayam penyet banyak yang mengeluh. Mau bagaimana lagi, memang harganya sudah naik. Mereka rata-rata menjerit,” kata Herry saat ditemui Batam Pos, Senin (12/8) siang.

Selain harga yang naik, Herry juga menyebut pasokan ayam tidak sebanyak sebelumnya. Seluruh ayam yang dijualnya dipasok dari wilayah Barelang.

“Pasokan ayam sekarang tidak seperti dulu. Kita ambil dari Barelang, dan sudah dua bulan ini agak terbatas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada kondisi normal harga ayam segar biasanya berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Tak hanya ayam, harga daging sapi juga masih tinggi. Untuk daging sapi beku (ice) dijual sekitar Rp110 ribu per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp160 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah keriting terpantau mengalami penurunan. Saat ini cabai merah keriting dijual sekitar Rp58 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya yang sempat menyentuh Rp80 ribu per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas beras. Beras medium ukuran 25 kilogram kini dijual dengan harga Rp320 ribu, naik dari sebelumnya Rp280 ribu per karung.

Pantauan Batam Pos di lapak beras di sekitar pasar, Andreas Martinus, salah seorang pedagang beras, mengaku harga beras masih belum stabil dan cenderung tinggi sejak dua bulan terakhir.

“Beras belum stabil, sudah dua bulan ini harganya tinggi,” kata Andreas.

Ia menjelaskan, terdapat tiga jenis beras yang dijual, yakni beras keras, sedang, dan halus. Seluruhnya mengalami kenaikan harga.

“Yang halus dari Rp12 ribu per kilo naik jadi Rp14 ribu. Yang sedang juga naik dari Rp12 ribu ke Rp14 ribu. Beras keras sama, dari Rp12 ribu jadi Rp14 ribu per kilo,” jelasnya.

Meski harga naik, Andreas menyebut daya beli masyarakat relatif tidak menurun drastis. Namun, keluhan dari pembeli tetap terdengar hampir setiap hari.

“Pembeli sebenarnya tetap ada, cuma mereka ngeluh mahal saja. Terutama ibu-ibu dan langganan yang sering belanja,” ujarnya.

Menurut Andreas, keluhan paling banyak datang dari pedagang nasi dan warung makan yang sangat bergantung pada harga bahan pokok.

“Rata-rata pedagang nasi yang paling mengeluh. Tapi mau bagaimana lagi, ini kan kebutuhan pokok, mau tidak mau tetap dibeli,” tutupnya.(*)

ReporterM. Sya’ban

Update