Batampos – Harga emas menyentuh puncak tertinggi dalam tiga minggu terakhir, Selasa (11/11/2025). Emas 24 karat per satu gram kini dihargai Rp 2.215.062. Kenaikan ini, di Indonesia, terjadi di berbagai penyedia mulai dari PT Antam atau Aneka Tambang Tbk, pegadaian, UBS, hingga emas perhiasan di berbagai toko di Indonesia.

Nilai ini meningkat sebesar Rp 42.321,- dibanding waktu sebelumnya, mengikuti harga emas global. Kondisi ini melanjutkan tren penguatan yang telah terlihat sejak akhir pekan lalu, dimana fluktuasi harga emas global memberikan sinyal positif bagi para investor dan pelaku pasar yang menjadikan emas sebagai aset likuid lindung nilai.
Sementara secara global, kenaikan ini didorong meningkatnya ekspektasi akan adanya pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada Desember mendatang, dan tanda-tanda berakhirnya penutupan pemerintahan Amerika Serikat.
Harga emas spot naik 0,7 persen menjadi USD 4.142,72 per ons pada pukul 04.58 GMT, menyentuh level tertingginya sejak 23 Oktober lalu. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember naik 0,7 persen menjadi USD 4.148,80 per ons.
Senat AS, pada Senin, menyetujui kesepakatan yang akan memulihkan pendanaan federal dan mengakhiri penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah negara itu.
Sejumlah indikator ekonomi utama seperti laporan ketenagakerjaan non-pertanian tertunda akibat penutupan tersebut. Pembukaan kembali pemerintahan dalam beberapa hari ke depan akan memberikan kejelasan lebih lanjut terkait prospek ekonomi AS dan arah kebijakan suku bunga The Fed.
“Berakhirnya penutupan pemerintahan dipandang sebagai penghapusan tingkat ketidakpastian yang memberi pasar izin untuk kembali fokus pada salah satu narasi spekulatif utama tahun ini,” ujar Ilya Spivak, Kepala Ekonomi Global di Tastylive seperti dilansir dari Reuters, Senin (11/11/2025).
Spivak menyebutkan, bias untuk sisa tahun ini masih cenderung ke arah kenaikan. “Saat ini, jalur dengan hambatan paling rendah bagi emas adalah kembali ke level tertinggi Oktober, dan mungkin akan naik lebih tinggi setelahnya,” tambahnya.
Pekan lalu, data menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja pada Oktober, terutama di sektor pemerintahan dan ritel.
Sentimen konsumen AS melemah ke level terendah dalam 3,5 tahun pada awal November di tengah kekhawatiran dampak ekonomi akibat penutupan pemerintahan, menurut survei pada Jumat.
Para pelaku pasar memperkirakan kemungkinan sekitar 64 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan, menurut alat pemantau FedWatch dari CME Group.
Gubernur The Fed, Stephen Miran, mengatakan, pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin akan sesuai untuk Desember, dengan alasan inflasi menurun sementara tingkat pengangguran meningkat.
“Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya berkinerja baik dalam kondisi suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi,” ujar Miran, Senin (10/11/2025) waktu setempat.
Selain harga emas, harga logam lainnya juga mengalami peningkatan. Harga perak spot naik 0,8 persen menjadi USD 50,94 per ons, platinum naik 0,4 persen menjadi USD 1.584,40, dan paladium naik 1,4 persen menjadi USD 1.435,43 per ons. (*)
Reporter: CHAHAYA SIMANJUNTAK



