Rabu, 4 Februari 2026

Harga Emas Melonjak Tajam, Transaksi Meningkat di Sejumlah Toko Emas di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Transaksi di toko emas di Mega Mall. f Arjuna

batampos – Harga emas batangan kembali bergerak fluktuatif. Pada Senin (2/2) pukul 09.50 WIB, harga emas tercatat naik Rp167.000 per gram. Saat pembukaan perdagangan pukul 06.00 WIB, harga emas ukuran 1 gram berada di level Rp3.027.000 per gram.

Kenaikan ini terjadi hanya beberapa hari setelah harga emas sempat mengalami koreksi tajam pada Jumat (31/1). Saat itu, harga anjlok hingga Rp260 ribu per gram menjadi Rp2,86 juta per gram. Padahal sehari sebelumnya, emas Antam sempat menyentuh level tertinggi di angka Rp3.168.000 per gram.

Penurunan drastis tersebut dinilai sebagai fase jenuh beli atau overbought, setelah dalam beberapa bulan terakhir harga terus melesat signifikan.

Di Batam, fluktuasi harga ini memicu dinamika tersendiri di kalangan masyarakat, baik pembeli maupun penjual emas. Metta (27), warga Baloi yang ditemui di salah satu gerai emas di Mega Mall, mengaku memilih menahan diri untuk membeli emas dalam jumlah besar.

“Kalau lihat pergerakannya sekarang, naik turunnya cepat sekali. Saya khawatir beli di harga tinggi, nanti turun lagi. Jadi sekarang beli sedikit-sedikit saja, buat tabungan,” katanya.

Ia bilang, emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman dibandingkan menyimpan uang tunai. Namun, dirinya kini lebih berhati-hati karena volatilitas harga semakin terasa.

Sementara itu, di sisi penjual, kondisi justru menunjukkan peningkatan transaksi saat harga sempat mencapai puncaknya pekan lalu.

Andi, salah satu staf toko emas lokasi yang sama mengatakan, penurunan harga pada Jumat lalu sempat membuat sebagian warga memilih menjual emasnya.

“Waktu harga sempat tembus di atas Rp3,1 juta per gram, banyak yang datang untuk jual. Mereka ambil untung. Tapi setelah turun drastis, transaksi jual agak melambat. Sekarang lebih banyak yang tanya-tanya dulu,” kata dia.

Ia menambahkan, belum terlihat gelombang besar warga yang melepas emasnya meski ada potensi harga kembali terkoreksi. Mayoritas masyarakat masih memandang emas sebagai investasi jangka panjang.

“Biasanya yang jual itu karena kebutuhan mendesak atau memang sudah target ambil profit. Kalau investor jangka panjang, mereka cenderung tahan,” ujarnya.

Fuktuasi ini dikarenakan harga emas global, penguatan dolar AS, serta sentimen suku bunga yang jadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga dalam beberapa waktu terakhir. Jika tekanan eksternal terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas kembali terkoreksi.

Namun demikian, bagi sebagian warga Batam, emas tetap dianggap sebagai “pegangan aman” di tengah ketidakpastian ekonomi. (*)

 

ReporterArjuna

Update