
batampos – Harga sejumlah komoditi pangan di Batam berlomba-lomba meroket sejak awal Juni ini. Juara harga tertinggi dimenangkan oleh cabai untuk semua jenis. Harga cabai yang semakin pedas, membuat dompet warga menangis.
Kenaikan harga terbaru untuk cabai merah keriting, yang menyusul cabai rawit merah atau cabai setan. Minggu (12/6) cabai merah keriting sudah berada diharga hingga Rp 100 ribu per kg. Padahal dua hari sebelumnya, harga cabai jenis ini masih berkisar Rp 60-80 ribu per kg, sedangkan cabai setan Rp 120 ribu per kg.
“Kaget belanja, cabai merah sudah Rp 100 ribu per kg. Tak ada harga cabai dibawah Rp 100 ribu lagi,” keluh Rina salah seorang warga usai berbelanja di Pasar Botania.
Menurut dia, kenaikan cabai kali ini luar biasa dibanding sebelumnya. Sebab, kenaikan terjadi untuk semua jenis cabai. Bahkan, untuk jenis cabai hijau, susah ditemukan.
“Biasanya ada yang murah dan ada yang mahal. Ini mahal semua. Harganya bikin nangis. Cabai hijau keriting juga tak ada lagi,” imbuh wanita 27 tahun ini.
Keluhan senada diungkapkan, Tanti pedagang makanan di kawasan Nongsa. Menurutnya, kenaikan harga cabai yang gila-gilaan membuat ia bingung. Sebab sampai saat ini, harga menu makanan rumahan yang ia jual masih tarif lama.
“Harga cabai luar biasa mahal, semua pada naik, tapi harga makanan saya masih tetap. Untung jualan, hanya cukup untuk makan saja,” ungkapnya.
Menyiasati harga cabai yang melambung, ia sempat mengurangi porsi cabai dengan memperbanyak jumlah tomat. Hal itu mendapat protes pelanggannya.
“Ada yang protes kenapa tidak pedas lagi, saya jelaskan cabai harga selangit. Dan mereka pun mulai paham. Sebab saya tak naikan harga makanan juga,” jelas Tanti.
Sementara itu, pantauan Batam Pos disejumlah pasar, seperti Pasar Botania Batamcenter, harga cabai berkisar Rp 90-120 ribu per kg. Untuk cabai merah keriting Rp 100 ribu per kg, cabai rawit hijau Rp 90 ribu per kg, cabai setan Rp 120 ribu per kg. Namun untuk cabai hijau yang merupakan hasil dari Batam, sangat sulit ditemui atau stok kosong.
“Iya, harga cabai naik gila-gilaan, yang baru naik cabai merah, sudah Rp 100 ribu per kg, stok cabai hijau kosong, ” ujar Anto salah satu pedagang.
Menurut dia, rasa khawatir atas tingginya harga cabai juga dirasakan pedagang. Karena minat masyarakat membeli cabai juga berkurang.
“Kalau harga tinggi ini, yang biasanya beli banyak, jadi sedikit. Jadi kami pedagang juga dapat untung dikit, ” imbuhnya lagi.
Sementara, dijumlah retail modern, ketersediaan cabai rata-rata kosong. Kalau pun ada jumlah nya tak banyak, dengan harga tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kota Batam Mardanis tak bisa dihubungi saat dikonfirmasi mengenai kosongnya stok cabai hijau di pasaran. Sebab selama ini, Mardanis mengklaim 80 persen stok cabai hijau merupakan hasil panen di Batam. (*)
Reporter : Yashinta



