Senin, 12 Januari 2026

Harga Kebutuhan Pokok Meninggi, Warga Batuaji Harap Pemerintah Bertindak Cepat

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Penjual daging sapi di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, menyiapkan dagangannya, beberapa waktu lalu. Harga daging sapi mulai naik jelang Ramadan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai mengalami kenaikan signifikan. Masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, khawatir harga-harga tersebut akan terus melonjak menjelang bulan Ramadan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengendalikan situasi ini agar tidak semakin memberatkan masyarakat.

Susanti, seorang warga Batuaji, mengungkapkan bahwa peran pemerintah dalam mengendalikan harga sangat diperlukan. “Kalau tidak dikendalikan, harga bisa naik sesuka hati distributor atau pedagang. Kami sebagai konsumen yang merasakan dampaknya,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya pengawasan terhadap penimbunan barang, yang diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan dan lonjakan harga.

Baca Juga: Bulog Batam Pastikan Stok Beras Aman hingga 5 Bulan ke Depan

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan drastis adalah santan. Saat ini, harga santan mencapai Rp 40 ribu per liter, jauh lebih mahal dibandingkan harga sebelumnya. “Biasanya harga santan masih di kisaran Rp 25-30 ribu per liter, tapi sekarang sudah naik tajam,” keluh Susanti.

Selain santan, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Beberapa pedagang di pasar menyebutkan bahwa harga telur naik secara bertahap dalam beberapa pekan terakhir. Tidak hanya itu, harga daging juga ikut melonjak. Pantauan di lapangan menunjukkan harga daging sapi kini mencapai Rp 100 ribu per kilogram lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya.

Baca Juga: MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Siswa Muslim Bisa Bawa Pulang Makanan

Riska, warga lainnya, berharap pemerintah segera mengadakan operasi pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Operasi pasar murah sangat membantu kami, terutama saat harga-harga naik seperti ini. Setidaknya bisa sedikit mengurangi beban belanja rumah tangga,” ujarnya.

Menurut para pedagang, kenaikan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang Ramadan serta faktor distribusi yang terhambat. Beberapa di antara mereka juga menyebutkan adanya keterbatasan pasokan dari pemasok utama, yang menyebabkan harga terus naik. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Update