
batampos – Wakil wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan memasuki Minggu kedua di bulan April ini, lonjakan harga kebutuhan pokok mulai terlihat. Meskipun stok komoditi tercukupi, namun kenaikan harga tetap ada.
Ia menjelaskan meningkatnya permintaan menjadi faktor penyebab kenaikan komoditi pokok. Beberapa komoditi yang diprediksi mengalami kenaikan di antaranya, cabai merah, daging sapi, telur, dan minyak goreng.
“Terbukti hari ini ada kenaikan, sesuai dengan prediksi saat rapat bersama Forkopimda beberapa waktu lalu,” kata dia, Kamis (7/4).
Untuk itu, pihaknya sudah meminta Dinas Perindustrian dan Perindag (Disperindag) Batam, untuk turun dan mengawasi gejolak kenaikan harga yang saat ini terjadi.
“Pastikan kenaikan ini jangan terlalu tinggi. Sekarang perekonomian masih dalam tahap pemulihan. Saya berharap jangan ada kenaikan yang siginifikan,” ujarnya.
Sebelumnya, Tim Satgas Pangan juga sudah bersepakat untuk turun ke pasar, guna memastikan harga di pasar tidak ada lonjakan yang signifikan. Untuk itu, perlu langkah dan tindakan untuk mengatasi kenaikan harga ini.
Ia menjelaskan untuk pasokan sampai saat ini tidak ada persoalan. Hanya saja karena permintaan yang meningkat, sehingga mempengaruhi harga komoditi yang saat ini terjadi.
“Saya masih terus pantau ini. Karena Disperindag yang bertugas untuk membawahi dan mengawasi kenaikan harga ini,” sebutnya.
Melihat perkembangan harga komoditi saat ini, pihaknya akan mencoba membahas dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Batam terkait langkah antisipasi yang diambil. Biasanya, setiap tahun mendekati hari besar ini ada pasar murah yang digelar.
“Kemarin saat jelang bulan puasa digelar lima hari, dan antusiasnya sangat luar biasa,” sebutnya.
Jika memang dibutuhkan, kegiatan pasar murah ini bisa kembali digelar, guna mengintervensi harga pasar. Untuk itu, pihaknya akan dibahas bersama. “Jika memang diperlukan pasar murah akan dilaksanakan. Nanti saya akan bahas dulu soal ini bersama TPID,” terangnya. (*)
Reporter : YULITAVIA



