
batampos – Harga minyak goreng di pasaran Batam hingga saat ini ternyata belum turun. Padahal minggu lalu, distributor di Batam memprediksi harga minyak goreng akan turun. Hal itu diperkirakan dari merosotnya harga bahan baku minyak goreng yakni buah sawit.
Namun ternyata prediksi itu meleset, harga minyak goreng masih diharga tertinggi hingga Rp 25 ribu per liter. Sedangkan untuk harga minyak goreng per 2 liter di pasaran Batam dijual hingga Rp 49 ribu.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto menjelaskan penyebab harga minyak goreng di pasaran tak turun karena produsen tak menurunkan harga. Produsen disebut menjual minyak goreng sesuai harga CPO lama.
“Jadi memang harga belum turun, setelah kami tanya produsen, ternyata mereka memakai modal CPO lama. Karena itu harga minyak goreng tak turun,” jelasnya.
Meski begitu, Aryanto masih optimis harga minyak goreng di pasaran akan turun. Mengingat, harga bahan baku yakni sawit sudah anjlok di pasaran. Padahal sawit adalah bahan baku minyak goreng.
“Saat ini, petani sawit banyak mengeluh harga sawit anjlok. Jadi besar kemungkinan harga minyak akan turun juga,” terangnya.
Apalagi, lanjut Aryanto, pemerintah Indonesia melarang ekspor minyak goreng yang diproduksi di Indonesia di eksor ke luar negeri. Sehingga dipastikan pangsa pasar minyak goreng di Indonesia, hanyalah untuk masyarakat Indonesia.
“Jadi memang ada larang ekspor minyak goreng ini menjadi salah satu alasan minyak goreng akan turun, ” ungkapnya.
Ia memprediksi kembali pada awal bulan Juni harga minyak goreng akan turun. Hal itu melihat dari sisi bisnis, dimana harga modal turun, maka harga jual akan turun juga.
“Jadi besar kemungkinan awal Juni sudah turun, namun saya tak bisa memprediksi berapa seberapa besar harga minyak tersebut turun,” sebutnya.
Pantauan Batam Pos disejumlah swalayan lokal maupun retail modern di Batam, terlihat harga minyak goreng satu liter untuk jenis kemasan dijual Rp 21-25 ribuan. Sedangkan untuk isi 2 liter dijual dengan harga Rp 41-49 ribu.
Untuk kemasan bantal satu liter dijual Rp 18-21 ribu. Rata-rata kemasan bantal didominasi oleh minyak goreng merek lokal atau baru. (*)
Reporter: Yashinta



