Senin, 6 April 2026

Harga Minyak Goreng Terus Naik, Pak Wali

spot_img

Berita Terkait

spot_img

 

batampos – Harga minyak goreng kemasan terus merangkak naik hingga Rp 18 ribu per liter dan Rp 34 ribu per 2 liter. Diprediksi, harga minyak goreng ini akan terus naik hingga akhir tahun nanti.

Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengatakan, hampir setiap minggu terjadi kenaikan harga minyak goreng di Batam. Apalagi, jika stok baru datang, dipastikan harga minyak goreng naik lagi.

F. Iman Wachyudi/Batam Pos
Pedagang sembako di pasar sore Batubesar, Nongsa, menyusun minyak goreng kemasan di lapaknya, Selasa (14/12). Diperkirakan harga minyak goreng akan terus naik hingga tahun depan.

”Setiap stok baru datang, maka harganya naik. Sekarang per 2 liter sudah Rp 34 ribu lebih. Jika ada di bawah itu, berarti itu stok lama,” kata Aryanto kepada Batam Pos, Selasa (14/12/2021).

Ia juga menilai, pembatalan larangan penjualan minyak goreng curah oleh Kementerian Perdagangan, tak akan mempengaruhi harga jual minyak goreng di Batam. Karena, kenaikan harga minyak goreng bukan dari pabrik atau pengusaha, tetapi memang harga bahan dasar yakni crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasar dunia.

”Kalaupun ada (minyak goreng curah), itu bedanya cuma sedikit, harga minyak goreng akan tetap mahal. Karena memang CPO-nya yang tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, distributor di Batam hanya bisa menekan harga minyak goreng agar tak naik sebelum mengambil stok baru di pabrik. Namun, saat stok baru datang, dipastikan harga kembali naik karena harga beli juga naik.

”Kami pengusaha tak bisa berbuat banyak. Saat stok baru datang, dipastikan harga naik,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Aryanto, pihaknya juga memberikan harga minyak goreng murah selama pasar murah berlang-sung. Harga di pasar murah menurutnya lebih murah dibanding harga di pasaran yakni Rp 32-33 ribu untuk kemasan 2 liter.

”Kalau mau harga di bawah pasaran, ya di pasar murah. Kami jual modal di sana. Tinggal 3 hari lagi,” terangnya.

Ditanya soal stok yang disediakan distributor selama pasar murah, menurutnya tergantung kebutuhan. Jika kebutuhan masyarakat banyak, maka distributor akan membawa berbagai komoditas dengan jumlah banyak.

”Seperti pasar murah pertama itu diserbu, pasar murah hari kedua ini agak sepi. Jadi memang kami membawa sesuai kebutuhan, tak mungkin banyak-banyak karena nanti bisa cepat rusak,” pungkasnya.

Di sejumlah swalayan dan pasar, harga minyak goreng kemasan berkisar Rp 18-20 ribu per liter, untuk kemasan 2 liter harganya Rp 33-39 ribu. Sedangkan untuk minyak goreng curah, belum terlihat di Pasar Botania, Batam Center.

”Belum ada minyak goreng curah, yang ada kemasan,” ujar Adi, karyawan kedai sembako di pasar tersebut, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dikonfirmasi terkait naiknya harga minyak goreng ini.

(*)

 

 

Reporter : Yashinta,

UPDATE