Sabtu, 10 Januari 2026

Harga Pertamax dan Dex Series Turun, Harga BBM di Batam Lebih Murah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah kendaraan saat melakukan pengisiian BBM di salah satu SPBU di kawasan Batam Center, Jumat (2/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – PT Pertamina Patra Niaga kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Mulai 1 Januari 2026 pukul 00.00 WIB, harga BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series di Kepulauan Riau, termasuk Batam berstatus Free Trade Zone (FTZ), resmi mengalami penurunan.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus Handoko, menyampaikan bahwa penyesuaian harga ini merupakan kebijakan rutin yang dilakukan secara berkala dengan mengacu pada perkembangan harga minyak dunia.

“Penyesuaian ini mengikuti tren harga minyak global serta standar harga Mean of Platts Singapore (MOPS), sehingga harga BBM tetap kompetitif dan sesuai dengan formula yang ditetapkan pemerintah,” ujar Bagus, Kamis (2/1).

Di wilayah Kepulauan Riau, harga Pertamax turun dari Rp13.350 menjadi Rp12.950 per liter atau turun Rp400. Sementara Pertamax Turbo turun Rp350 dari Rp14.350 menjadi Rp14.000 per liter.

Baca Juga: ASN Batam Tetap Masuk Kerja di Hari Kejepit, Sekda Pastikan Kepatuhan

Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp1.400 dari Rp15.600 menjadi Rp14.200 per liter, serta Dexlite yang turun Rp1.200 dari Rp15.300 menjadi Rp14.100 per liter.

Khusus Batam FTZ, harga BBM non-subsidi tercatat lebih rendah. Pertamax kini dibanderol Rp11.850 per liter dari sebelumnya Rp12.250. Pertamax Turbo turun dari Rp13.100 menjadi Rp12.750 per liter. Pertamina Dex turun Rp1.400 menjadi Rp12.900 per liter, sedangkan Dexlite turun menjadi Rp12.800 per liter.

Bagus menjelaskan, penurunan harga BBM di awal tahun terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, kecuali 3 provinsi yang terdampak bencana. Dimana 3 provinsi ini sempat tak ada kenaikan disaat wilayah Indonesia lainnya mengalami kenaikan bulan Desember lalu.

“Wilayah Indonesia lainnya sempat naik bulan Desember. Awal bulan ini, Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga sesuai harga minyak dunia. Dimana harga turun,” jelasnya.

Meski terjadi penurunan harga, Bagus menilai dampaknya terhadap konsumsi BBM di Kepri, khususnya Batam, tidak terlalu signifikan. Menurutnya, karakteristik Batam sebagai kawasan industri dan jasa membuat pola konsumsi BBM relatif stabil.

“Tren sebelumnya menunjukkan penurunan harga BBM tidak berdampak besar terhadap biaya kebutuhan masyarakat. Ini sudah menjadi hal yang biasa,” katanya.

Selain itu, momen libur akhir tahun dan mudik juga dinilai tidak memberikan lonjakan konsumsi signifikan di Batam. “Batam bukan daerah tujuan mudik utama. Aktivitas masyarakat cenderung normal karena sebagian besar tetap bekerja,” tambahnya.

Bagus berharap momentum penurunan harga ini dapat mendorong masyarakat untuk mulai beralih menggunakan BBM berkualitas lebih tinggi. “Biasanya masyarakat menggunakan Pertalite. Dengan harga Pertamax yang lebih terjangkau, kami harap bisa menjadi alternatif,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Narkotika di Batam Terus Meningkat dari Tahun ke Tahun

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan berbagai promo yang tersedia melalui aplikasi MyPertamina. “Pantau saja aplikasinya. Promo sering hadir, terutama di pagi hari, dan bisa memberikan manfaat lebih bagi konsumen,” kata Bagus.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan dengan tetap mengedepankan keterjangkauan dan daya saing.

“Penyesuaian harga ini mengacu pada formula pemerintah, mengikuti rata-rata publikasi harga minyak dunia seperti Argus dan MOPS, serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Roberth.

Pertamina Patra Niaga juga terus menggulirkan berbagai promo menarik di awal tahun 2026, di antaranya program hemat hingga Rp20.000 hingga 4 Januari 2026, diskon I Like Monday, program Thank God It’s Fuel Day (TGIF) setiap Jumat, serta berbagai bonus poin dan cashback bagi pengguna MyPertamina.

“Melalui promo ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi pelanggan setia Pertamina,” tutup Roberth. (*)

ReporterYashinta

Update