Kamis, 9 April 2026

Harga Plastik Naik, Amsakar: Kertas Bisa Jadi Alternatif ‎

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wali Kota Batam sekaligus Ex Officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, merespons kenaikan harga plastik yang mencapai sekitar 30 hingga 80 persen dengan mengajak masyarakat dan pelaku usaha mulai beradaptasi serta mencari alternatif bahan lain

‎Menurutnya, dalam kondisi seperti ini, negara harus berhati-hati terhadap sejumlah komponen utama yang dapat memicu dampak berantai terhadap ekonomi.

‎“Yang satu namanya BBM (Bahan Bakar Minyak), yang kedua listrik, ketiga sembako atau beras,” kata Amsakar, Selasa (7/4) sore.

Baca Juga: Harga Tiket Meroket

Ia menjelaskan, jika ketiga sektor tersebut mengalami kenaikan, maka akan muncul efek lanjutan yang cukup besar. Kenaikan harga plastik, biaya angkut, hingga tiket transportasi menjadi konsekuensi yang sulit dihindari.

‎“Kalau ini terjadi, dampaknya akan luar biasa. Jadi tidak aneh kalau harga plastik naik, biaya angkut naik, harga tiket juga ikut naik,” ujarnya.

‎Dalam situasi tersebut, menurut Amsakar, semua pihak perlu melakukan penyesuaian, baik dari sisi pelaku usaha maupun pemerintah. ‎“Ini tentu akan diikuti dengan adaptasi dan penyesuaian masing-masing, baik pelaku usaha maupun pemerintah,” katanya.

‎Di tingkat masyarakat, ia menilai sudah saatnya mulai mencari bahan alternatif pengganti plastik yang selama ini banyak digunakan.

‎“Kalau selama ini kita banyak menggunakan produk yang terkait dengan plastik, ke depan mungkin kita butuh kayu, kertas, harus ada produk atau bahan alternatif sebagai pengganti,” ujar Amsakar.

Baca Juga: Lidik Dugaan Pembobolan Rekening Rp4,3 Miliar, Penyidik Jadwalkan Pemeriksaan CIMB Niaga Pusat

‎Ia juga menyinggung dampak terhadap sektor industri, khususnya manufaktur. Menurutnya, dengan kondisi global saat ini, sangat mungkin harga barang dari luar yang masuk ke Batam akan mengalami kenaikan.

‎“Seperti yang disampaikan rekan-rekan dari industri manufaktur, dengan kondisi seperti ini sangat mungkin barang dari luar yang masuk ke Batam akan naik signifikan,” katanya.

‎Untuk mengantisipasi hal tersebut, Amsakar menekankan pentingnya penguatan produk dalam negeri, termasuk memperlancar distribusi logistik antar daerah yang masuk ke Batam.

‎“Kalau kandungan dalam negeri ini kita beri ruang, akses dari berbagai daerah ke Batam harus lancar. Berarti logistiknya yang harus diperbaiki,” kata dia.(*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE