Sabtu, 4 April 2026

Harga Sayur Meroket, Tembus Rp 30 Ribu Perkilogram

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi

batampos.co.id – Harga bahan makanan mulai naik jelang akhir tahun di Batam. Hal sudah tampak sejak pertengahan bulan. Salah satunya sayur mayur yang naik tiga kali lipat dari harga sebelumnya.

Contohnya, sayur sawi yang semula harganya kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram, kini tembus di angka Rp 30 Ribu per kilogram.

Demikian juga bayam kini bertengger di angka Rp 18 ribu per kilogram. Padahal dua pekan sebelumnya masih diangka Rp 10 ribu per kilogram. Kangkung dan kacang panjang juga demikian naik kisaran Rp 7 ribu per kilogram.

“Untuk sayur semuanya naik. Yang paling tinggi naiknya sayur sawi sama bayam,” ujar Tini, pedagang sayur di Pasar Fanindo, Minggu (28/11).

Selain sayur, harga cabai juga mulai bergerak naik. Cabai rawit yang semula Rp 40 hingga Rp 45 ribu kini naik jadi Rp 52 ribu hingga Rp 55 ribu perkilogram. “Cabai merah juga naik ke angka Rp 54 ribu (per kilogram) hari ini,” ujar Budi, pedagang lainnya.

Kenaikan harga kebutuhan dapur ini dipicu oleh cuaca yang mana petani akan mengalami gagal panen jika curah hujan yang berlebihan.

“Hujan terus belakangan ini jadi petani sayur dan cabai gagal panen. Dari Medan ataupun Jawa sama semua. Stok mulai berkurang,” kata Jhoni, penyuplai sayur dan kebutuhan dapur lainnya di pasar Fanindo.

Meroketnya harga barang kebutuhan dapur ini mulai dikeluhkan oleh kaum ibu-ibu. Mereka berharap pemerintah memiliki solusi untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok yang biasanya rutin terjadi menjelang akhir tahun.

“Ini selalu terjadi setiap jelang pergantian tahun. Harusnya pemerintah sudah bisa mengantisipasinya. Kasian kami ibu-ibu ini, kerepotan mengelola uang belanja yang tak seberapa ini. Keadaan lagi susah karena Covid-19 ini semua tak naik lagi harga kebutuhan pokok ini,” ujar Vera, seroang ibu rumah tangga di Batuaji. (*)

Reporter: EUSEBIUS SARA

UPDATE