
batampos – Harga telur ayam buras di pasaran Batam berangsur turun. Dari yang awalnya Rp 54-58 ribu perpapan isi 30 butir, turun menjadi Rp 46-52 ribu perpapan.
Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, harga telur ayam turun dari daerah asal Medan. Dimana penyebab turunnya, karena permintaan telur sudah mulai turun juga.
“Kan seperti saya bilang, harga telur pasti turun, apalagi usai cap go meh, ” ujar Gustian.
Tak hanya harga telur, untuk stok telur di Batam juga dipastikan aman. Bahkan stok telur di Batam melimpah, jika dilihat dari kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Tarif Pass Penumpang Naik Jadi Rp 100 Ribu, Warga Batam Tuntut Peningkatan Pelayanan
“Untuk stok telur sangat aman, stok banyak, jadi harga pun bisa murah,” jelas Gustian.
Disinggung terkait penyamaan harga telur di 57 pasar tradisional di Batam, menurut Gustian masih menunggu kerjasama terkait cabai di daerah penghasil.
Sebab, untuk pasar murah nanti, yang akan disamakan adalah harga cabai dan telur.
“Menunggu kerjasama di daerah penghasil cabai dulu. Jadi nanti bisa serentak, tak satu-satu,” jelas Gustian.
Baca Juga: Smart Green Services, Layanan Listrik Bersih PLN Berbasis PLTS di Batam
Sementara, di pasar Botania misalnya, harga telur ayam buras dijual berkisar Rp 48-52 ribu perpapan. Harga ini menurut para pedagang turun cukup jauh dibanding sebelumnya.
“Ya memang turun, turunnya juga bertahap. Sekarang sudah dibawah Rp 50 ribu,” ujar Ade pedagang sembako.
DI swalayan Nongsa harga telur ayam buras terpantau Rp 46-50 ribu perpapan. Harga telur ini turun 2 kali selama seminggu terakhir.
Baca Juga: Ruas Jalan di Batam Terancam Gelap Gulita
Dimana pada minggu lalu harga telur masih Rp 55-58 ribu perpapan. Namun pada Kamis turun menjadi Rp 50-53 ribu. Dan saat ini terpantau turun lagi.
“Harga telur turun, ini paling rendah sejak beberapa bulan lalu,” ujar karyawan swalayan.(*)
Reporter: Yashinta



