Senin, 16 Maret 2026

Harga Telur Ayam di Batam Masih Mahal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Harga telur ayam masih mahal di pasaran Kota Batam. Saat ini, harga telur sudah bertengger di harga Rp55 ribu per papan. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Harga telur ayam masih mahal di pasaran Kota Batam. Saat ini, harga telur sudah bertengger di harga Rp55 ribu per papan. Lonjakan harga telur ini tentunya membuat masyarakat khususnya kalangan ibu-ibu semakin menjerit.

Sebab, tidak ada penurunan harga sejak Lebaran lalu.

”Sayuran juga masih mahal,sekarang telur ayam naik terus harganya. Babak belur kami masyarakat kecil ini. Gaji suami tetap, malah berkurang semenjak Covid-19 melanda karena kena potong. Tolonglah bapak-ibu pemangku kewenangan di pemerintah untuk turun lihat ke lapangan. Susah betul kami masyarakat sekarang ini,” keluh Nurhayati, warga Batuaji yang dijumpai saat berbelanja di Pasar Fanindo.

Tiga hari sebelumnya, harga telur ayam masih bertahan di kisaran Rp50 ribu hingga Rp51 ribu per papan.

Para pedagang menyebut, kenaikan ini memang dari lokasi kandang ayam. Sehingga pedagang juga harus menaikkan harga demi usahanya tetap berjalan.

”Alasan naik kami tak tahu, harga dari sana memang sudah tinggi jadi mau tak mau di sini juga jual tinggi,” kata Didi, pedagang telur ayam di Pasar Fanindo.

Pantauan di lapangan, tidak sedikit ibu-ibu yang berkeliling mencari telur ayam pecah atau yang sudah tak utuh lagi agar dapat dibeli dengan harga yang murah.

Namun, usaha ini sia-sia sebab tak ada toko atau kios sembako yang menjual telur ayam pecah.

”Biasanya ada yang pecah dijual murah (separuh harga telur ayam normal). Tapi hari ini (kemarin) kosong semua. Saya hanya bisa beli per butir saja karena anak saya suka telur ayam,” sambung Nurhayati.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, dua kontainer tambahan telur ayam buras sesuai yang dimintanya kepada distributor, telah sampai di Batam.

Namun, penambahan itu hanya sedikit berpengaruh terhadap harga telur ayam buras di pasaran.

”Sudah datang, tapi tak terlalu berdampak besar. Hanya bisa pengaruh turunkan sedikit harga telur,” ujar Gustian saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin.

Menurut dia, dua kontainer telur baru yang datang itu ternyata juga berasal dari Medan. Dimana, harga yang didapat tak jauh beda dengan harga yang didapat distributor sebelumnya.

”Namun lokasi peternakannya beda dari yang biasa diambil distributor di Batam. Beda harganya hanya sedikit,” imbuhnya.

Meski begitu, Gustian telah mencari solusi lainnya dari tingginya harga telur. Yakni, dengan melakukan survei ke beberapa daerah di Sumatera Barat.

”Nah, kami dapat info di Payakumbuh (lebih murah), ini yang akan kami jajaki, mana tahu harganya bisa jauh lebih murah,” imbuh Gustian.

Tak hanya memastikan telur dari daerah penghasil, Gustian juga berencana menyuplai pakan ternak untuk pertenak di Batam.

Rencananya, pakan ternak itu didatangkan dari Pekanbaru, yang harganya jauh lebih murah dibandingkan Batam.

”Jadi, salah satu masalah pertenak lokal di Batam adalah (harga) pakan ternak, kami coba carikan solusi pakan ternak dari Pekanbaru, jauh lebih murah,” terangnya.

Para pertenak lokal, lanjut Gustian, akan dipanggil Senin pekan depan ke Kantor Disperindag. Gustian mengaku ingin mencarikan jalan keluar dari masalah yang dihadapi peternak.(*)

Reporter: Eusebius Sara

SALAM RAMADAN