Minggu, 15 Maret 2026

Harga Telur Turun tapi Tetap Mahal

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Pedagang telur di Pasar Botania Batam. Harga telur di Batam mulai berangsur turun. Meski begitu, harganya masih terbilang dibandingkan harga normal. Foto: Cecep Mulyana

batampos – Harga telur di Batam mulai berangsur turun. Meski begitu, harganya masih terbilang dibandingkan harga normal. Pantauan Batam Pos, Jumat (3/6), harga telur dijual mulai Rp 52-54 ribu per papan isi 30 putir.

Harga tersebut turun sekitar Rp 2 ribu dibanding dua hari sebelumnya yang masih berkisar Rp 52-56 ribu per papan. Padahal, usai Lebaran, harga telur berada di kisaran Rp 45 ribu per papan.

”Telur sudah agak turun, tapi harganya masih tinggi,” ujar Ibas, pedagang sembako di Pasar Botania 1, Batam Center.

Menurut dia, tingginya harga telur berdampak pada daya beli masyarakat. Biasanya, banyak warga yang membeli per papan.

Namun, sejak harga mahal, saat ini banyak yang memilih membeli per pak isi 10 butir yang harganya Rp 18-19 ribu.

”Karena memang kalau beli per papan katanya terlalu mahal,” imbuhnya.

Tak hanya di pasar, harga telur di beberapa swalayan juga terlihat mulai ada penurunan. Jika sebelumnya telur per pak isi 10 butir dijual Rp 19 ribu, kini sudah berangsur turun jadi Rp 17-18 ribu per pak.

Meski tak signifikan, turunnya harga telur disambut antusias masyarakat. Muarofah, warga Tanjungsengkuang, mengaku gembira mengetahui harga telur berangsur turun. Menurutnya, jika mulai turun, biasanya harga akan terus melandai.

”Semoga setelah ini terus turun jadi kisaran Rp 40-an ribu lagi,” harap pedagang makanan tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, harga telur dari daerah asal di Medan sudah mulai turun.

Menurutnya, harga dari distributor sudah turun sejak dua hari terakhir.

”Harga dari distributor sekarang sudah Rp 46-47 ribu per papan,” ujarnya.

Menurut dia, jika masih ada harga telur tinggi di pasaran, berarti dimainkan oleh pedagang. Atau, sambung dia, para pedagang menjual telur masih dengan stok harga lama.

”Mungkin karena stok lama yang belinya juga masih mahal, maka pedagang jualnya masih tinggi,” pungkasnya.(*)

Reporter: Yashinta

SALAM RAMADAN