Selasa, 7 April 2026

Harga Tiket Pesawat Naik, Sejumlah Warga Mulai Menunda Perjalanan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pengisian Avtur pada pesawat terbang di Bandara Hang Nadim Batam. Foto. Pertamina untuk Batam Pos.

batampos – Harga tiket pesawat dari Batam ke sejumlah daerah mulai mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan tarif ini diduga dipicu naiknya harga avtur, yang berdampak langsung pada biaya operasional maskapai.

Kenaikan tersebut bahkan mencapai ratusan ribu rupiah dibanding harga normal. Sejumlah rute populer seperti Padang, Pekanbaru, hingga Jakarta kini mengalami penyesuaian tarif.

Mira, warga Batam Center, mengaku terkejut saat mengecek harga tiket tujuan Sumatera Barat. Ia menemukan harga tiket sudah berada di kisaran Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta.

“Biasanya cuma Rp800 ribu sampai Rp900 ribu. Ini sudah sama seperti harga Lebaran,” ujarnya.

Menurut Mira, beberapa hari sebelumnya ia masih sempat melihat harga tiket di kisaran Rp800 ribuan. Namun saat dicek kembali, harga sudah melonjak.

Ia pun mencoba mencari alternatif dengan mengecek rute ke Pekanbaru. Namun hasilnya tidak jauh berbeda. “Ke Pekanbaru juga di atas Rp1 juta. Biasanya cuma Rp500 ribu sampai Rp600 ribu,” katanya.

Kondisi ini membuatnya harus menunda rencana perjalanan. Ia mengaku stres melihat harga tiket yang terus naik.

“Tunda dulu, soalnya berangkat tak sendiri,” sebutnya.

Keluhan serupa disampaikan Lucky, warga Batam lainnya. Ia mendapati harga tiket tujuan Jakarta mencapai Rp1,5 juta untuk sekali perjalanan. “Biasanya masih di bawah Rp1 juta, sekarang sudah Rp1,5 juta. Gila betul,” ujarnya.

Lucky mengaku bingung dengan kondisi tersebut. Ia berharap harga tiket akan turun setelah Lebaran, namun kenyataannya justru sebaliknya. “Kirain habis Lebaran bakal murah, ternyata malah mahal,” katanya.

Sementara itu, Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, membenarkan adanya penyesuaian harga tiket pada sejumlah rute.“Memang sudah ada kenaikan di beberapa rute. Tapi belum semuanya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyesuaian tarif tersebut mengikuti kebijakan yang berlaku. Maskapai diberikan ruang untuk menaikkan harga hingga batas tertentu. “Aturannya memungkinkan kenaikan sampai 38 persen dari batas sebelumnya,” jelasnya.

Meski begitu, ia menilai dampak kenaikan ini terhadap daya beli masyarakat belum terlihat secara signifikan. Namun, potensi penurunan jumlah penumpang tetap ada.

“Sekarang ini sudah masuk periode low season setelah Lebaran. Biasanya permintaan memang turun. Dengan kenaikan ini, kemungkinan akan berpengaruh juga,” katanya.(*)

ReporterYashinta

UPDATE