
batampos –Memasuki hari kedua perayaan Tahun Baru Imlek 2577, suasana di kawasan pusat perbelanjaan Nagoya dan Jodoh, Batam, pada Rabu (18/2) masih terpantau lengang. Aktivitas perdagangan belum sepenuhnya pulih, dengan sebagian besar toko dan tempat usaha memilih tetap tutup.
Pantauan di sejumlah ruas jalan utama menunjukkan belum adanya aktivitas mencolok sebagaimana hari-hari biasa. Deretan ruko di sepanjang kawasan tersebut tampak tertutup, sementara arus kendaraan relatif lancar tanpa kepadatan berarti.
Kondisi ini dipengaruhi oleh masih berlangsungnya rangkaian perayaan Imlek di kalangan masyarakat Tionghoa. Banyak pemilik usaha yang memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga, sehingga operasional toko ditunda sementara waktu.
Along, warga turunan Tionghoa yang bermukim di Nagoya, mengakui aktivitas warga saat ini memang masih terfokus pada perayaan Imlek. “Sekarang masih suasana Imlek. Biasanya kami fokus kumpul keluarga dan saling berkunjung. Toko dan tempat usaha memang banyak yang masih tutup,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi saling mengunjungi sanak saudara menjadi agenda utama pada hari pertama dan kedua Imlek. Selain mempererat hubungan keluarga, momen tersebut juga dimanfaatkan untuk berbagi doa dan harapan baik di tahun yang baru.
Aktivitas masyarakat pun lebih banyak terlihat di kawasan permukiman. Warga melakukan salam-salaman, menyajikan hidangan khas Imlek, serta menerima tamu dari kerabat maupun sahabat yang datang bersilaturahmi.
Sejumlah pelaku usaha memperkirakan aktivitas perdagangan akan kembali normal dalam beberapa hari ke depan setelah rangkaian kunjungan keluarga selesai. Situasi lengang ini dinilai sebagai siklus tahunan yang selalu terjadi setiap perayaan Imlek.
Meski pusat perbelanjaan tampak sepi, suasana kebersamaan di tengah masyarakat justru terasa hangat. Perayaan Imlek tidak hanya menjadi momentum budaya, tetapi juga memperkuat nilai kekeluargaan dan toleransi di Kota Batam.(*)



