
batampos– Memasuki hari kedua, Kamis (19/2), tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap Setia Budi, 24, pria yang dilaporkan terjun ke laut di kawasan Jembatan 3 Barelang, Rabu (18/2) petang.
Sejak pagi, tim telah bergerak melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian sejauh 1 hingga 2 mil laut dari titik lokasi dugaan korban terjun. Perluasan area ini dilakukan berdasarkan evaluasi hasil pencarian hari pertama serta analisa arah dan kecepatan arus di perairan Barelang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos SAR Batam, Dedius Sembiring, mengatakan bahwa pada hari kedua ini metode pencarian difokuskan pada penyisiran mengikuti jalur arus yang diperkirakan membawa korban menjauh dari titik awal kejadian.
“Area pencarian kami perluas 1 sampai 2 mil dari lokasi dugaan korban terjun. Penyisiran dilakukan dengan memperhitungkan pergerakan arus laut serta kondisi pasang surut,” ujarnya, Kamis (19/2).
Dalam operasi hari kedua ini, sejumlah alat utama kembali dikerahkan untuk memaksimalkan upaya pencarian. Tim menggunakan rubber boat untuk penyisiran di permukaan laut. Selain itu, aqua eye difungsikan untuk mendeteksi kemungkinan adanya objek di bawah permukaan air.
Pemantauan dari udara juga dilakukan menggunakan drone thermal guna membantu memperluas jangkauan pencarian.
Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Pos SAR Batam, BAKAMLA, dan Polairud. Seluruh unsur berkoordinasi untuk membagi sektor pencarian agar area yang disisir lebih efektif dan terukur.
Namun, upaya pencarian sempat terkendala kondisi cuaca. Hujan deras yang mengguyur kawasan Barelang pada siang hari membuat jarak pandang terbatas dan meningkatkan risiko keselamatan personel di lapangan.
“Saat ini pencarian kami hentikan sementara karena hujan deras dan jarak pandang sangat terbatas. Operasi akan dilanjutkan kembali setelah cuaca memungkinkan,” kata Dedius.
Pada hari pertama pencarian, tim juga menghadapi tantangan berupa arus laut yang cukup kuat di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan perluasan area pencarian pada hari kedua.
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi nekat diduga bunuh diri terjadi di Jembatan 3 Barelang sekitar pukul 18.26 WIB. Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang pada pukul 20.15 WIB dari BAKAMLA.
Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, berusia 24 tahun, dan saat kejadian mengenakan jaket bomber warna cokelat. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam status dalam pencarian (DP).
Tim SAR memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan memperhatikan faktor keselamatan personel serta kondisi cuaca di lapangan. Keluarga korban juga telah dihubungi dan terus mendapatkan perkembangan informasi terkait proses pencarian.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis di lingkungan sekitar. Bagi masyarakat yang mengalami tekanan atau masalah berat, diimbau untuk tidak memendam sendiri dan segera mencari bantuan dari keluarga, sahabat, maupun tenaga profesional.(*)



