
batampos – Pemerintah pusat optimistis sektor pariwisata nasional bakal terus tumbuh positif sepanjang tahun 2026. Optimisme itu disampaikan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa, saat menyambut kedatangan wisatawan asing pada hari pertama Tahun 2026 di Pelabuhan Ferry Gold Coast, Bengkong, Batam, Kamis (1/1).
Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi kepada insan media yang terus mengawal sektor pariwisata. Ia juga mengingatkan akan momentum semangat awal tahu yang mesti dijaga demi pertumbuhan industri wisata.
“Hari ini saya hadir di Gold Coast Batam untuk melihat langsung wisatawan pertama yang datang ke Indonesia, khususnya ke Batam, tepat di hari pertama tahun 2026. Ini menjadi awal yang baik dan penuh optimisme,” katanya.
Baca Juga: Hampir 3.000 Wisman Serbu Batam di Hari Pertama Tahun Bar
Selain menyambut kedatangan wisatawan, dia juga melakukan pemantauan sejumlah destinasi wisata di Batam. Sebelumnya, ia mengunjungi Desa Wisata Bakau Pandang Tak Jemu, yang dikenal sebagai destinasi wisata edukasi dan pelestarian lingkungan.
Berdasarkan laporan kunjungan wisatawan, Ni Luh Puspa optimistis Batam mampu menembus target lebih dari 1,5 juta wisatawan sepanjang 2026. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan tren positif sektor pariwisata di Kepulauan Riau.
“Kepri merupakan salah satu dari tiga pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia, selain Bali dan Jakarta. Tiga daerah ini harus terus bersinergi untuk membangun pariwisata yang kuat, berdaya saing, berkelanjutan, dan berkualitas,” katanya.
Secara nasional, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 16-17 juta kunjungan wisatawan mancanegara serta 1,1 miliar pergerakan wisatawan nusantara, sebagaimana tertuang dalam RPJMN. Melihat pertumbuhan positif sepanjang 2025, pemerintah optimistis target tersebut dapat dicapai di tahun ini.
Ni Luh Puspa juga menegaskan peran penting event pariwisata sebagai pengungkit kunjungan. Melalui program Karisma Event Nusantara (KEN), Kepri secara konsisten menjadi salah satu daerah penyelenggara event unggulan nasional.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Kewenangan otorita ada di daerah, dan kami siap mendukung penuh jika daerah memperbanyak event untuk menarik wisatawan,” ujarnya.
Baca Juga: Dinkes Batam Pastikan Obat dan Layanan Kesehatan Tetap Aman di Awal Tahun
Batam sendiri dinilai memiliki ragam potensi wisata, mulai dari wisata budaya, bahari, ekowisata, agrowisata, religi, hingga wellness tourism yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata berkualitas.
“Wellness, gastronomi, marine tourism, hingga ke depan art and design, heritage, dan religi akan terus kita dorong. Kuncinya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta,” kata Ni Luh.
Wamenpar juga mengapresiasi kehadiran Terminal Ferry Gold Coast sebagai pintu masuk baru wisatawan mancanegara. Terminal tersebut mencatat rata-rata 1.000 wisatawan per hari, dengan total kunjungan mencapai 73.000 orang sejak Mei 2025.
“Gold Coast memberi kontribusi signifikan terhadap arus kunjungan wisatawan. Ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan ke Batam dan Kepri,” ujar dia
Sementara itu, terkait kunjungannya ke Desa Wisata Bakau Pandang Tak Jemu, Ni Luh Puspa menilai kawasan tersebut sebagai contoh wisata edukasi yang berhasil.
“Kunjungan ke desa wisata bakau itu bisa mencapai ribuan orang per bulan, terutama dari kalangan pelajar. Wisata edukasi dan pelestarian lingkungan seperti ini harus terus kita dukung,” katanya. (*)



