Senin, 16 Maret 2026

Hari Pertama PPDB di Batam, 8.488 Pendaftar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Suasana PPDB hari pertama di Batam, Senin (6/6). F.Dalil Harahap

batampos – Hari pertama dibuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) langsung diserbu pendaftar. Data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan hingga pukul 21.30 tadi malam, total pendaftar mencapai 8.488 pendaftar.

“Operator Disdik di help desk masih standby memantau, termasuk operator sekolah masih sibuk melakukan verifikasi kelengkapan berkas sampai malam ini,” kata penanggung jawab aplikasi, Nila Desmini, kepada Batam Pos, tadi malam.

Nila membenarkan, antusias cukup tinggi di hari pertama pembukaan PPDB. Hampir semua orangtua mendaftar di hari pertama, meskipun pendaftaran dibuka selama lima hari. Pendaftaran dibuka 6-10 Juni nonstop (24 jam).

Ia menjelaskan, semua berkas lengkap akan diterima oleh panitia PPDB atau operator. Berdasarkan laporan di lapangan, orangtua yang meminta pertolongan ke orang lain untuk mendaftarkan anaknya juga tidak banyak. Hal ini membuktikan, sosialisasi dan informasi tersampaikan dengan baik kepada orangtua.

“Sekolah tetap menyiapkan panitia untuk membantu pendaftaran bagi orangtua yang kesulitan. Jadi memang kami mengantisipasi juga akan hal ini,” ujarnya.

Help desk yang disediakan juga melayani setiap keluhan yang masuk, baik dari operator maupun orangtua siswa. Masalah yang ditemukan langsung diselesaikan.

Melihat antusias pendaftar yang sudah memasukan berkas, Nila mengungkapkan masih ada tahap seleksi. Nanti berkas pendaftar akan diseleksi sesuai dengan syarat yang ada.

“Untuk pendaftaran ditampung semua. Setelah itu, masuk tahap seleksi. Nanti yang tidak lolos mohon maaf dan bisa menerima keputusan panitia dengan lapang dada,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Batam, Hendri Arulan mengatakan, pelaksanaan PPDB sudah berjalan sesuai rencana. Pendaftar sudah memenuhi website pendaftaran sejak diri hari. Antusias orangtua sangat tinggi di hari pertama dibukanya PPDB.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada kendala yang berarti. Panitia PPDB baik yang di sekolah maupun yang di kantor bekerja dengan baik demi menyukseskan PPDB,” sebutnya, Senin (6/6).

Pihaknya juga menerima pengaduan resmi melalui nomor WhatsApp yang sudah disebarluaskan. Sehingga orangtua yang mengalami kesulitan untuk mendaftar bisa mengajukan keluhan.

“Operator untuk layanan pengaduan dan gangguan juga sudah bekerja dari pagi. Beberapa pengaduan langsung ditindaklanjuti, agar meminimalisir kendala di lapangan,” sebutnya.

Hendri tidak hentinya mengimbau kepada seluruh orangtua yang memiliki ekonomi mampu, bisa mendaftarkan anaknya ke sekolah swasta. Sebagai mitra sekolah swasta juga membutuhkan siswa.

Menurutnya, untuk sekolah yang sudah memiliki nama sudah penuh jauh sebelum PPDB negeri dibuka.

“Ini membuktikan kualitas sekolah swasta sangat baik, dan didukung sarana prasaran yang mendukung. Seperti ketersedian ruang kelas yang sesuai standar,” imbuhnya.

Hendri menyebutkan, jika sekolah negeri selalu dipenuhi pendaftar, maka akan ada dampak terhadap pengembangan sekolah swasta. Selama ini swasta selalu mendukung kinerja sektor pendidikan. Bentuk dukungan yang bisa dilakukan adalah dengan mendaftarkan anak ke sekolah swasta tentunya.

“Peran sekolah swasta sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. Metode pembelajaran, serta lingkungan yang nyaman dan didukung tenaga guru yang berpengalaman harusnya bisa menjadikan swasta sekolah pilihan.

“Kami tidak ingin sekolah swasta ini mati dan tutup operasional karena tidak mendapatkan siswa. Jadi mohon pengertiannya,” sebutnya.

Tahun ini, terdapat 94 sekolah negeri (SDN) dengan jumlah kuota 11.560. orangtua bisa memilih pendaftaran berdasarkan jalur yang bisa dipilih. Untuk zonasi tersedia kuota 80 persen, afirmasi 15 persen, dan perpindahan orangtua 5 persen. (*)

 

 

 

Reporter: YULITAVIA

SALAM RAMADAN