Jumat, 2 Januari 2026

Hasil Panen Minim Bikin Harga Sayuran Melambung

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petani di Marina, Tanjungriau, Sekupang, memanen sisa tanamannya yang gagal panen, beberapa waktu lalu. Akhir-akhir ini, harga sejumlah sayuran mahal salah satunya karena petani gagal panen. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Harga sejumlah komoditas bahan pokok atau sembako masih mahal di berbagai pasar di Kota Batam. Salah satunya harga sayuran, yang terpantau melambung dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah sayuran hijau seperti bayam, kacang panjang, daun ubi, dan sebaginya, sempat melonjak hingga Rp 20-25 ribu per kilogram (kg0. Angka itu naik lebih dari 100 persen dari harga sepekan sebelumnya, yang masih di kisaran Rp 8-10 ribu per kg.

Sejumlah sayuran seperti bayam, kangkung dan daun singkong yang bisa disuplai oleh petani lokal di Batam, dalam sepekan terakhir sudah tiga kali mengalami kenaikan harga.

”Karena dari kebun (petani) kami beli sudah Rp 10 ribu per kg sekarang. Naik semua harga sayuran,” kata Jhoni, pedagang sayur di Pasar Fanindo, Batuaji, Minggu (17/3).

Menurutnya, informasi dari para petani di Marina dan Barelang bahwa lonjakan harga sayur ini tinggi karena faktor cuaca yang tidak menentu. Dua pekan sebelumnya petani memang mendapatkan hasil panen yang cukup baik. Namun, sepekan belakangan tanaman mereka banyak yang rusak sehingga hasil panen menurun. Penurunan hasil panen ini mengharuskan mereka menaikkan harga jual sayur agar mengimbangi lonjakan harga sembako yang lainnya.

Baca Juga: Xiaomi 14 Bakal Hadir di Indonesia

”Kalau panennya banyak tak apa kami jual harga biasa. Ini panen sedikit, sementara harga kebutuhan lain di pasar semua pada naik. Kalau kami bertahan dengan harga lama, tak makan kami,” kata Andi, petani sayur di Marina, kemarin.

Selain sayuran, harga beras, minyak goreng, telur ayam dan daging terpantau masih tinggi. Masyarakat berharap agar pemerintah terkait segera mengo-ntrol lonjakan harga sembako yang memberatkan masyarakat ini.

Sementara di pasar wilayah Batam Center, harga cabai berangsur turun dari Rp 120 ribu per kg menjadi Rp 90 ribu per kg. Sedangkan untuk harga telur ayam buras masih tinggi, berkisar Rp 56-60 ribu per papan.

Di Pasar Botania 1, Batam Center, harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah (cabai setan) dijual Rp 85-90 ribu per kg. Sedangkan untuk cabai rawit hijau Rp 65 ribu per kg.

”Tiga hari lalu masih Rp 110 ribu, sekarang sudah Rp 90 ribu,” ujar Netty pedagang sayur mayur, kemarin.

Baca Juga: Pengamen dan Pengemis Musiman Kerap Bermunculan di Bulan Ramadan

Meski begitu, masih banyak pelanggannya yang mengharapkan harga cabai kembali turun. Sebab, harga Rp 90 ribu masih dirasa sangat tinggi.

”Jangankan pembeli, kami pedagang pun ingin cabai turun. Sebab, kalau lagi mahal, agak waswas nanti busuk. Bisa rugi banyak kami,” jelas Netty.

Sedangkan di Pasar Tos 3000 Lubukbaja, harga cabai merah keriting dijual Rp 70 ribu per kg. Cabai rawit hijau Rp 50 ribu per kg.

”Sudah turun. Dua hari lalu masih tinggi,” ujar Hadi, pedagang cabai di pasar Tos 3000.
Sementara, untuk harga telur ayam buras terpantau masih Rp 56-60 ribu per papan. Untuk per pak isi 10 butir dijual Rp 19.500-21.500.

Seperti pantauan di swalayan Nongsa, harga telur ayam buras terpantau Rp 58 ribu per papan. Jika beli per pak isi 10 butir Rp 19.500.

”Untuk telur masih sama, belum ada turun,” sebut Laura, salah satu karyawan swalayan. (*)

 

Reporter : Eusebius Sara, Yashinta

 

Update